Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis Kota Medan

Seni dan Budaya Jangan Hanya Jadi Busana

Redaksi - Sabtu, 05 September 2015 20:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092015/beritasumut_Seni-dan-Budaya-Jangan-Hanya-Jadi-Busana.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis Kota Medan.

Beritasumut.com - Medan adalah kota multikultural. Oleh karena itu, keragaman suku, etnis dan budaya merupakan potensi pembangunan yang memiliki keunggulan masing-masing. Berbagai keunggulan tersebut tentunya harus dikelola dengan baik agar menjadi modal sosial yang besar dalam membangun kota.

Demikian disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis ketika membuka Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis Kota Medan Tahun 2015 di Lapangan Merdeka, Medan, Jumat (4/9/2015) malam.

Selain itu jelas Syaiful lagi, kesenian juga dapat membawa kepada kesatuan dan perasatuan, persaudaraan yang hakiki, membangun hubungan emosional yang kuat diantara sesama, serta dapat menyatukan perbedaan. Melalui persatuan dan kesatuan akan terbangun partisipasi pembangunan secara kolerktif dan partisipatif tanpa terkecuali dalam membangun kota.

Itu sebabnya Plh Wali Kota sangat mendukung dan mengapresiasi dilaksanakannya Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan ini. Dia berharap kegiatan  ini mampu membangun kecerdasan pluralitas (perbedaan) yang baik antar suku, etnis dan budaya untuk memelihara kondisi kota sehingga selalu kondusif.

Tidak itu saja ungkap mantan kepala Bappeda Kota Medan ini, pagelaran akan memperkaya khasanah kesenian daerah. Di sisi lain, kesenian daerah harus menjadi tuan rumah didaerahnya sendiri. 

“Seni dan budaya ini jangan hanya jadi busana dalam berbagai acara saja, akan tetapi harus menjadi ruh di tengah-tengah kehidupan masyarakat,” kata Plh Wali Kota.

Selanjutnya Plh Wali Kota mengajak semua untuk terus memperkenalkan sekaligus menanamkan nilai-nilai moral seni  budaya, khususnya kepada generasi muda sejak usia dini sebagai bekal, yang cukup untuk memagari diri dari pengaruh-pengharuh negatif budaya asing, sekaligus jug memperkuat jati diri dan karakter bangsa.

Di samping itu Syaiful mengingatkan semua untuk terus menjaga harmonmisasi sosial dan menjadikan perbedaan budaya sebagai aset seni budaya bangsa yang terus terpelihara. 

“Mari terus kita perkuat persatuan dan kesatuan demi kemajuan pembangunan Kota Medan yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Pembukaan Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis Kota Medan 2015 ini turut dihadiri Dandim 0201 BS Letkol Inf Maulana Ridwan, Wakapolresta Medan AKBP Hondawan Naibaho, Salman Al farisi mewakili Ketua DPRD Medan Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan Drs Hasan Basri MM, pimpinpinan SKPD, camat, lurah, para pemerhati budaya, seniman serta undangan lainnya.

Plt Kadisbudpar Kota Medan Drs Hasan Basri MM dalam laporannya menjelaskan, tujuan pagelaran ini digelar  sebagai ajang publikasi keberagaman etnis guna menarik minta wisatawan untuk mengunjungi Kota Medan. Kemudian memperkenalkan seni budaya tradisi sehingga menambah cakrawala para pengunjung, terutama bagi anak-anak selaku generasi penerus bangsa.

Mantan Kadis Pendidikan ini menjelaskan, pagelaran seni budaya  ini menampilkan 14 etnis suku yang ada di Medan seperti Melayu, Karo, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Toba, Simalungun, Dairi, Nias, Jawa, Aceh, Minang India, Cina dan Arab. Pagelaran berlangsung selama 2 hari 4-5 September sehingga diharapkan dapat memberikan hiburan atraksi seni dan budaya kepada masyarakat.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, jelas Hasan, berupa pagelaran seni budaya 14 etnis, tari kolosal multi etnis, peragaan busana dan fashion karnaval pakaian adat 14 etnis. Kemudian penampilan grup band lokal dan ibukota. Serta menampilkan stand-stand kuliner khas Kota Medan dan produk UMKM.

“Untuk memariahkan pagelaran ini, sengaja kami undang sanggar budaya yang mewakili etnis Aceh di Medan berasal dari Kabupaten Bireuen. Semoga semua pertunjukan yang ditampilkan mampu menghibur masyarakat. Di samping itu, masyarakat terutama kalangan generasi muda bisa mengenal lebih jauh seni budaya 14 etnis yang mndiami Kota Medan,” papar Hasan.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang yang dilakukan Plh Wali Kota bersama Dandim 0201 BS, Wakapolresta Medan, mewakili Ketua DPRD Medan didampingi Plt Kadisbudpar Kota Medan. Setelah itu dilanjutkan dengan penampilan tarian dengan mengusung 14 etnis di Medan. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Lagu Mbicar Layo dan Tari Tungkat Pukau Ribuan Pengungjung

Peristiwa

Katon Bagaskara Meriahkan Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis Kota Medan