Beritasumut.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (1/9/2015).
Dalam orasinya, massa meminta pemerintah segera memperbaiki kondisi perekonomian yang semakin terpuruk akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.
"Pelemahan nilai rupiah sangat mengancam keberlangsungan industri yang berdampak pada PHK para pekerja. Tanggung jawab atas potensi PHK massal ini ada pada pemerintah selaku regulator perekonomian," kata koordinator aksi, Minggu Saragih.
Selain itu, massa meminta pemerintah menurunkan harga sembako dan BBM, menolak masuknya pekerja asing yang tidak bisa berbahasa Indonesia, revisi PP tentang Jaminan Pensiun dengan manfaat pensiun buruh.
Massa juga meminta perbaikan pelayanan BPJS Kesehatan dengan penghapusan sistem INA CBGS dan Permenkes No 59 Tahun 2014 yang membuat tarif murah serta menolak tenaga outsourcing yang saat ini direkrut untuk pekerjaan pada bagian produksi.
"Selama ini kita tau, tenaga outsourcing hanya bagian tertentu di luar produksi seperti sekuriti, katering, driver dan tukang parkir," jelasnya.
Aksi yang dilakukan para buruh membuat lalu lintas di kawasan tersebut macet.
Para buruh juga melakukan aksi long march dengan jarak sekitar 3 kilometer. Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah spanduk, pengeras suara.
Saat long march, macet terjadi di Jalan Katamso, Jalan Sudirman dan Jalan Diponegoro. (BS-001)