Warga Punjabi Sikh Rayakan Kemerdekaan RI

Redaksi - Senin, 17 Agustus 2015 20:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir082015/beritasumut_Warga-Punjabi-Sikh-Rayakan-Kemerdekaan-RI.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Dokumentasi
Ilustrasi.

Beritasumut.com - Kemerdekaan Indonesia milik seluruh anak bangsa. Etnis Punjabi Sikh di Medan juga tak mau ketinggalan dalam HUT ke-70 Republik Indonesia.

Puluhan warga Punjabi Sikh yang ada di Medan menggelar upacara bendera mengenang detik-detik proklamasi di halaman Gedung Sekolah Khalsa, Jalan Teuku Umar, Medan, Senin (17/8/2015).

Tak ada yang berbeda dari upacara pada umumnya di, hanya kali ini seluruh pesertanya dari etnik Punjabi Sikh. Doanya pun dipanjatkan sesuai doa agama Sikh.

Para peserta upacara menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan mantap. Begitu juga dengan lagu wajib lainnya.

Sebagian besar memang mengenakan seragam Perhimpunan Masyarakat Punjabi Sikh Indonesia (PMPSI). Namun, ada pula yang  mengenakan pakaian tradisional.

"Kami sangat mencintai Indonesia, karena kami juga putra-putri Indonesia yang lahir di Indonesia," kata Ketua Umum PMPSI Salwinder Singh.

Dia memaparkan jumlah WNI etnis Punjabi Sikh di Indonesia diperkirakan mencapai 100.000 orang. Sekitar 25.000-jiwa tersebar di Kota Medan. 

"Kami semua lahir besar di Indonesia, kami bangsa Indonesia," sebut Salwinder.

Upacara bendera ini sengaja digelar di gedung Sekolah Khalsa, sekolah yang dikelola masyarakat Punjabi Sikh sejak zaman kolonial. Namun, sekolah itu sudah lama ditutup. 

"Kami berharap sekolah yang bersejarah dan telah melahirkan sejumlah tokoh ini dibuka kembali. Bukan hanya perhimpunan kami, seluruh masyarakat Punjabi Sikh akan bersatu untuk membuka kembali sekolah ini," jelas Salwinder. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait