Tuntut Izin PT M3 Dicabut dan Lurah Tapus Dicopot, Warga Blokir Jalinsum

Redaksi - Kamis, 13 Agustus 2015 17:08 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir082015/beritasumut_Tuntut-Izin-PT-M3-Dicabut-dan-Lurah-Tapus-Dicopot--Warga-Blokir-Jalinsum.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
M Saima Putra.
Massa pengunjuk rasa nyaris bentrok dengan kepolisian di Jalinsum.

Beritasumut.com - Hari kedua demo masyarakat Kelurahan Tapus, Kecamatan Lingga Bayu, KabupatenMandailing Natal (Madina) yang menuntut izin perusahan tambang PT Madina Madani Mining (M3) dicabut, dan Lurah Tapus dicopot, warga memblokir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) simpang kantor Bupati Madina, Panyabungan, Kamis (13/8/2015) sekira pukul 08.30 WIB.

Aksi pemblokiran Jalinsum mengakibatkan jalanan macet kurang lebih satu kilometer. Massa pengunjuk rasa yang sebagian ibu rumah tangga, sempat bersitegang dengan aparat kepolisian.

Sebelumnya, juga sempat terjadi keributan antara aparat kepolisian yang mengawal unjuk rasa dengan para pemuda yang tidak menerima adanya aksi dorong-dorongan karena ada ibu-ibu dan anak-anak yang ikut dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Setelah beberapa jam terjadi keributan antara masyarakat dan kepolisian, akhirnya massa pengunjuk rasa beranjak meninggalkan Jalinsum dan berjalan menuju perkantoran Bupati Paya Loting guna bertemu dengan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution. 

Sesampainya di kantor Bupati Madina, selang beberapa menit Bupati Dahlan Hasan didamping pejabat lainnya menemui massa dan langsung mengadakan dialog terkait permasalahan dan permintaan masyarakat.

Bupati Dahlan kepada massa pengunjuk rasa mengatakan segera menyelesaikan permasalahan yang disampaikan pengunjuk rasa. Untuk menyelesaikan konflik, Dahlan meminta waktu beberapa hari.

“Saya meminta masyarakat tenang, dan saya juga meminta supaya masyarakat pulang ke kampung halaman dan silahkan memilih utusan 10 orang untuk tinggal di sini bersama saya agar permasalahan ini dapat kita selesaikan,” ujar Dahlan.

Terkait permintaan masyarakat supaya Lurah Tapus dicopot, Dahlan akan mencopot Lurah Tapus, besok. 

Terkait 10 perwakilan masyarakat yang tinggal, Bupati Dahlan bertanggung jawab. “Silahkan tidur di rumah saya. Jangan melakukan aksi menginap di DPRD, nanti sakit,” tegasnya.

“Saya juga putra asli pantai barat, tidak akan saya biarkan kalian teraniaya di sana dan masalah berbuat untuk pantai barat, saya sudah banyak berbuat buat daerah tersebut,” imbuh Dahlan.

Setelah kesepakatan tercapai, berangsur-angsur masyarakat Tapus membubarkan diri kembali ke Tapus. (BS-026) 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pemkab Madina Mediasi Sengketa Lahan Warga Tapus Dengan PT M3

Peristiwa

Datangi DPRD Madina, Masyarakat Tapus Tuntut Izin PT M3 Dicabut dan Lurah Tapus Dicopot

Peristiwa

Tolak PT SMGP, Masyarakat Madina Kembali Blokir Jalinsum

Peristiwa

Warga Tapus Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Madina

Peristiwa

Masyarakat Madina Blokir Jalinsum, Tuntut PT SMGP Hengkang

Peristiwa

Pansus PT M3 Gate DPRD Madina Akan Sidak ke Lokasi Tambang