Beritasumut.com - Bagi masyarakat petani Kualuh Hilir, Labuhan Batu Utara, Agustus merupakan awal musim turun ke sawah (ladang). Agustus dipilih karena pada bulan ini hampir setiap hari turun hujan. Curah hujan inilah yang menjadikan musim tanam segera dimulai, karena lahan petani merupakan tadah hujan dan penggunaannya pun satu tahun sekali.
Bagi masyarakat Dusun Sialang Gatap, Desa Teluk Piai, Kecamatan Kualuh Hilir, sudah menjadi tradisi sejak dulu setiap memasuki musim tanam selalu diawali dengan Doa Tolak Bala dan Ratib Saman sebagai pertanda dimulainya pembibitan secara serentak. Hal ini dilakukan guna memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari segala bentuk hama tanaman yang menyebabkan rusaknya benih padi yang akan ditanam.
"Kegiatan positif ini juga bertujuan untuk mengusir segala bentuk penyakit padi yang menyebabkan hasil panen berkurang nantinya," ungkap Muhajir Sitorus, Koordinator Acara, Senin (10/8/2015).
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat petani dari Dusun Sialang Gatap. Selain itu masyarakat petani Dusun Darussalam dan Dusun Kampung Lalang juga turut hadir dalam acara doa tolak bala ini.
Kegiatan ini langsung dipimpin oleh Tuan Guru Syekh KH Darwin Tambunan, Tuan Syekh KH Syafarudduin, KH Ahmad Panjaitan, H Mutawassit dan Tokoh Masyarakat Syahrifil Sipahutar. Dengan suasana hening dan khusuk para tuan guru ini silih berganti membawakan bacaan-bacaan dimulai dari suratul Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas dan Ratib Saman serta doa.
"Akhirnya dengan penuh harapan yang besar sembari memohon agar doa-doa tadi diijabah oleh Allah SWT, semoga kiranya masyarakat dapat merasakan manfaatnya di waktu panen nanti, sehingga menjadikan masyarakat kita sebagai petani unggulan dan menjadi contoh tauladan bagi masyarakat lainnya," terang Tokoh Masyarakat Syahrifil Sipahutar. (Darwin Sipahutar)