Beritasumut.com - Ketua Umum PBNU hasil Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 KH Said Aqil Siroj meminta seluruh Pengurus Wilayah NU, Pengurus Cabang NU, Majelis Wakil Cabang sampai Ranting agar menghormati hasil muktamar.
"Muktamar telah selesai, dihadiri oleh para sesepuh, pemilik pesantren dan juga ulama khos. Kita harus menghormati para ulama sepuh karena NU dibangun untuk wadahnya para ulama," ujar Kiai Said di gedung PBNU, Jakarta, Senin (10/8/2015), seperti dilansir situs resmi PBNU.
Tentang adanya ketidakpuasan, Kang Said mengakui dan hal tersebut seringkali terjadi setelah muktamar, kongres atau munas.
"Saya hargai perbedaan pendapat, akan tetapi mari kita berpikir jauh ke depan bahwa tantangan ke depan sangat berat. Kita sadar sebagai warga NU, konflik di muktamar atau kepentingan kelompok mari kita tinggalkan. Ke depan, mari kita bersama-sama untuk menjawab atau menghadapi tantangan internal atau eksternal," katanya.
Ia yakin warga NU, apalagi pengurusnya, apalagi kiainya, akan bersikap arif dan bijak, sadar dengan keberadaan ini dan menghormati hasil muktamar.
"Para kiai, apalagi para pengurus NU pasti mempunyai hati, basyirah, nurani yang bersih, yang tajam. Saya yakin beliau akan merasa bertanggung jawab ikut memiliki NU. NU bukan miliknya rais aam, atau ketua umum, NU kita warisi dari ulama sepuh dan para auliya. Mari kita kedepankan bahasa spiritualnya, keikhlasan mengabdi kepada Allah melalui NU. Taabud, taqarrub," imbuhnya.
Mengenai berbagai persoalan yang belum selesai, Kiai Said yakin sebagai kaum santri, pasti bisa mengatasi kepentingannya sendiri. Ia merujuk pada hadist Rasulullah setelah perang Badar.
"Kita ini baru selesai perang kecil menuju ke jihad besar. Apa jihad besar, yaitu kita mengatasi hawa nafsu kita sendiri," katanya.
"Kita maklumi. Saya menghargai perbedaan beberapa orang yang tidak puas, tetapi mari kita lupakan, mari kita berjihad akbar," pungkasnya. (BS-001)