Beritasumut.com - Kemerdekaan Negara Republik Indonesia tampaknya belum bisa dinikmati sepenuhnya. Kemerdekaan itu masih harus dibayar dengan rupiah oleh anak bangsa.
Demikian ditegaskan Ketua Presedium Gerakan Transparansi Anggaran Rakyat (Getar) Arief Tampubolon di Medan, Senin (10/8/2015).
"Kita kasihan dengan anak bangsa saat ini, mereka yang masih duduk di sekolah dasar, menengah dan atas, harus membayar kemerdekaan negara ini dengan rupiah," ucap Arief.
Menurutnya, kutipan uang kepada murid di sekolah dalam menyambut hari kemedekaan RI yang sudah berusia 70 tahun, ini masih terus berlangsung.
"Masih kecil anak bangsa sudah diajari seperti ini, dimana nilai-nilai kebangsaan bisa diterima genenasi muda jika merayakan kemerdekaan pun mereka harus bayar," tegas alumni Lemhannas Tahun 2014 ini.
Kemerdekaan negara harus bayar ini, lanjut Arief, merata terjadi di Indonesia, khususnya Sumatera Utara. "Saya juga punya anak yang sekolah, memang nilai rupiahnya tidak seberapa. Namun kebijakan sekolah seperti itu secara tidak langung mengajari anak sekolah mengenal negara dengan bayaran," serunya.
Arief meminta Presiden Joko Widodo untuk mengambil kebijakan yang mengandung nilai-nilai kebangsaan demi generasi bangsa.
"Presiden Jokowi harus menegur Menteri Pendidikan untuk meluruskan nawacita bangsa ini. Tolong selamatkan anak bangsa ini," pungkasnya. (BS-001)