Jokowi Buka Muktamar Muhammadiyah di Makassar

Redaksi - Senin, 03 Agustus 2015 18:31 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir082015/beritasumut_Jokowi-Buka-Muktamar-Muhammadiyah-di-Makassar.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Setkab
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin tiba di lokasi Muktamar Muhammadiyah, Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (3/8/2015) pagi.

Beritasumut.com - Sejak didirikan di Yogyakarta pada 1912 oleh KH Ahmad Dahlan, Muhammadiyah telah berperan mencerdaskan umat dan menyejahterakan masyarakat melalui usaha perserikatan.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar ke-47 Muhammadiyah, di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (3/8/2015), sebagaimana dilansir situs resmi Setkab RI.

Jokowi juga menilai komitmen Muhammadiyah untuk menjadi Islam berkemajuan telah menjawab tantangan jaman, telah menjadi kekuatan transformatif menuju terbangunnya  tatanan kehidupan umat yang lebih baik.

Menurut Presiden, Muhammadiyah telah lama dikenal sebagai organisadi Islam yang kaya gagasan, kaya dengan kreativitas. Kontribusi  Muhammadiyah bagi negara dan bangsa tidak hanya dikenal di kota-kota besar, tapi juga di pelosok desa.

"Bayangkan berapa ratus ribu bahkan jutaan bayi telah lahir di rumah sakit rumah sakit PKU Muhammadiyah atau klinik bersalin Aisyiah di seluruh prlosok Nusantara," ujar Jokowi Presiden seraya menambahkan, lembaga pendidikan Muhammadiyah juga telah melahirkan jutaan lulusan.

Untuk itu Presiden menyampaikan ucapan  terima kasih atas kontribusi Muhammadiyah, termasuk di bidang koperasi, baitul mal, panti asuhan  dan badan usaha lainnya.

"Kita semua menaruh hormat pada Muhammadiyah, pada kontribusi Muhammadiyah pada bangsa dan negara ini," ujar Jokowi.

Pada bagian lain sambutannya, Presiden memuji pemilihan tema Muktamar ke-47 Muhammadiyah, "Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan", yang dinilainya sangat relevan dengan keadaan bangsa saat ini.

Tema Muktamar itu, kata Jokowi,  relevan dengan pandangan Islam Muhammadiyah yang berkemajuan, sumber daya manusia yang berkualitas, pengalaman sosial yang panjang, serta kepercayaan masyarakat yang luas.

"Tema itu mencerminkan kredo Muhammadiyah untuk menjadi umat terbaik, menjadi kekuatan transformatif menuju kemajuan bangsa," kata Presiden.

Jokowi mengingatkan, bahwa perjalanan bangsa masih panjang. Indonesia masih menghadapi tantangan seperi kemiskinan, ketidakadilan, korupsi serta narkoba. Di saat yang sama, Indonesia juga harus bersaing dengan kekuataan ekonomi raksasa dunia.

Karenanya, Presiden menegaskan peran penting Muhammadiyah masih perlu untuk dilanjutkan. "Saya berharap Muhammadiyah tetap melanjutkan peran sejarahnya, menjadi pembawa misi pencerahan dalam menjawab tantangan zaman," katanya.

Jokowi juga berharap Muhammadiyah menjadikan dakwah Islam yang berkemajuan sebagai motor pembaruan pemahaman agama yang rasional dan terbuka pada kemajuan ilmu pengetahuan, namun berkarakter moderat yang sejuk, teduh, dan berkeadaban.

Presiden mengajak warga Muhammadiyah untuk mewujudkan Islam yang "rahmatanlil'alamin",  yang memberikan kedamaian dan manfaat bagi alam semesta.

Untuk itu, Jokowi mengajak warga Muhammadiyah dan umat Islam untuk melihat kebhinnekaan sebagai rahmat yang harus dikelola dengan baik sehingga bisa menjawab tantangan bangsa dalam kebersamaan.

"Jadikan Persyarikatan Muhammadiyah menjadi gerakan yang membawa Islam sebagai rahmat bagi alam semesta," harap Presiden.

Hadir dalam pembukaan Muktamar ke-47 Muhammadiyah itu antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua DPR RI Setya Novanto, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Lau Simeme

Peristiwa

Panglima TNI Sematkan Brevet Kehormatan Hiu Kencana Kepada Presiden RI di atas KRI RJW-992

Peristiwa

Presiden Tekankan Pentingnya Bangun SDM Unggul untuk Tingkatkan Daya Saing Global

Peristiwa

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pamukkulu Berkapasitas 82 Juta Meter Kubik

Peristiwa

Presiden Jokowi Kecam Keras Serangan Israel ke Rafah

Peristiwa

Presiden Tegaskan Pemerintah Bantu Relokasi Korban Banjir dan Bangun Sabo Dam di Sumatera Barat