Pemuda Sinar Syahid Demo Minta Arab Saudi Bebaskan 11 WNI

Redaksi - Senin, 03 Agustus 2015 16:08 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir082015/beritasumut_Pemuda-Sinar-Syahid-Demo-Minta-Arab-Saudi-Bebaskan-11-WNI.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Pemuda Sinar Syahid demo minta Arab Saudi bebaskan 11 WNI.

Beritasumut.com - Seratusan massa Himpunan Pemuda Sinar Syahid (Himpass) berunjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Medan, Senin (3/8/2015). 

Mereka menuntut otoritas Arab Saudi segera membebaskan 11 Warga Negara Indonesia (WNI). Ke-11 WNI yang ditahan merupakan bagian dari kelompok mereka. Bahkan seorang di antaranya merupakan pemimpin mereka.

"Kita bicara kebangsaan saja dulu. Mereka merupakan WNI dan tidak pernah berurusan dengan tindak kriminal, bayar pajak rajin. Jadi patut diperjuangkan. Itulah makanya kita  gelar aksi di sini, karena hanya wali kota wakil kita," ujar Sekjen DPP Himpass Muhammad Rizali.

Dia mengklaim, selain di Medan, aksi serupa juga digelar di Jakarta dengan jumlah massa hanya berkisar 8-10 orang. "Kalau di Malaysia, belum ditentukan kapan aksinya," imbuhnya.

Ke-11 WNI yang ditahan otoritas Arab Saudi yaitu: Zubir Amir Abdullah, Ismelda Harfianti Lubis, Kharmain Amir Abdullah, Rahmat Abdullah Makki Almalik, Rahmat Syawal Lubis, Rudi Aulia Usman Arif, Muhammad Zainullah Wahid, Muhammad Iddris Ruslan, Muhammad Harianto Lubis, Joko Handoko Marore, dan Jamsah Binti Jamin. 

Mereka ditahan karena menggelar Salat Idul Fitri di depan Kabah pada 18 Juli lalu, sementara Salat Idul Fitri di Arab Saudi berlangsung sehari sebelumnya.

"Salah satu (dari 11 WNI) merupakan pendiri Himpas (Zubir Amir Abdullah). Dewan Perwalian kami dan Dewan Keamanan kami juga ada di sana," jelas Rizali.

Mengenai Salat Id yang berbeda waktunya itu, Rizali menyatakan, itu bergantung kepada ketetapan dari pemimpinnya. Dan mereka percaya kepada sang pimpinan.

Soal pimpinan ini, Rizali membantah mereka menyebut Zubir Amir Abdullah sebagai Imam Mahdi. "Kami hanya menyatakan beliau adalah pemimpin Islam. Kalau ada yang menyebut Imam Mahdi, kami berterima kasih sekali," katanya.

Saat ditanya soal apakah pemimpin Islam yang mereka yakini sama dengan Imam Mahdi, Rizali tetap berkilah. Namun, para pendemo lain yang hadir pada wawancara itu membenarkannya.

Dalam unjuk rasa itu, pendemo juga meneriakkan nama Zubir sebagai pemimpin mereka di sela zikir. Unjuk rasa berakhir setelah massa ditemui Asisten II Kemasyarakatan dan Sosial Erwin Lubis yang menyatakan menerima aspirasi itu dan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait 11 WNI yang ditahan. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Masalah Gizi di Indonesia Jadi Faktor Penghambat Pembangunan Nasional

Peristiwa

Bonus Demografi 2020-2030, Berkah atau Justru Jadi Bencana

Peristiwa

Ramadhan Pohan Bakal Kembali Diperiksa Poldasu

Peristiwa

Savita Bantah Sebagai Perantara Kasus Penipuan Ramadhan Pohan

Peristiwa

Terkait Laporan Ramadhan Pohan, Penyidik Lakukan Pemeriksaan Terhadap Savita

Peristiwa

Ditetapkan Tersangka, Kuasa Hukum Nilai Justru Ramadhan Pohan Jadi Korban