Muktamar ke-33 NU

Ini Puisi Zawawi Imron Pada Pembukaan Muktamar NU

Redaksi - Minggu, 02 Agustus 2015 20:29 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir082015/beritasumut_Ini-Puisi-Zawawi-Imron-Pada-Pembukaan-Muktamar-NU.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
NU
Ilustrasi.

Beritasumut.com - Penyair berjuluk Celurit Emas asal Madura, KH D Zawawi Imron membawakan puisi bertajuk "Indonesia Tanah Sajadah" di pembukaan Muktamar ke-33 NU di panggung utama Alun-alun Jombang, Sabtu (1/8/2015) malam.

Sebagaimana dilansir situs resmi NU, sehari sebelumnya, Zawawi menyatakan, bahwa puisi ini hasil kristalisasi dari puluhan karyanya yang khusus dia persembahkan untuk  hajatan terbesar 5 tahunan NU ini. Berikut puisi karya Zawawi Imron.

Indonesia Tanah Sajadah

Sebelum kita lahir ke dunia ini

Rahmat Allah telah menjelma air susu di dada ibu

Lalu kita diturunkan

Pada sebidang tanah air

Yang membentang dari Aceh sampai Papua

Itulah Indonesia

Yang gunungnya biru berselendang awan

Ada hamparan padi menguning keemasan

Serta pohon kelapa yang melambai di tepi pantai 

Indahnya tanah air kita

Sepotong surga yang diturunkan Allah di bumi

Kita minum air Indonesia menjadi darah kita

Kita makan buah-buahan dan beras Indonesia menjadi daging kita

Kita menghirup udara Indonesia menjadi napas kita

Satu saat nanti kalau kita mati

Kita akan tidur pulas dalam pelukan bumi Indonesia

Daging kita yang hancur 

Akan menyatu dengan harumnya bumi Indonesia

Tanah air yang indah

Harus diurus dengan hati yang indah

Hati yang taqarrub kepada Allah

Kalau Indonesia ingin tetap indah

Harus diurus dengan akhlak yang indah 

Tanah air adalah ibunda kita 

Siapa mencintainya

Harus menanaminya dengan benih-benih kebaikan dan kemajuan

Agar Indah yang indah semakin damai dan indah

Tanah air adalah sajadah

Siapa mencintainya

Jangan mencipratinya dengan darah 

Jangan mengisinya dengan fitnah, maksiat, dan permusuhan

Tanah air Indonesia 

Adalah sajadah

Sampai kita bersujud kepada Allah. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

KH Said Aqil Siroj Minta Hasil Muktamar NU Dihormati

Peristiwa

Ketum PBNU Tegaskan 4 Spirit Islam Nusantara

Peristiwa

Pakai Sarung, Jokowi Buka Muktamar NU di Jombang

Peristiwa

Istri Gubernur Sumut Teteskan Air Mata Bacakan Puisi Perpisahan

Peristiwa

Pra Muktamar NU Zona Sumatera Dihadiri Ulama dan Tokoh Nasional

Peristiwa

Pra Muktamar NU Zona Sumatera Serasa Muktamar