Beritasumut.com - Keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang telah mendapat kabar mengenai ditemukannya serpihan yang diduga bagian dari pesawat itu di pantai Pulau La Reunion, Prancis. Selain dari media massa, mereka juga memperoleh email resmi dari maskapai penerbangan.
"Kami sudah menerima email dari pihak Malaysia Airlines. Mereka menyatakan ditemukan puing dengan tiga indikasi kesamaan dengan pesawat yang hilang itu," ujar Santi (43), adik Sugianto Lo (47), salah seorang penumpang MH370 yang hilang asal Medan, Kamis (30/7/2015).
Namun, pihak maskapai belum bisa memastikan serpihan itu benar-benar bagian pesawat MH370. Mereka masih harus menyelidiki lagi dan akan terus memberi kabar kepada keluarga penumpang.
Pesawat Malaysia Airlines MH370 adalah pesawat dengan model Boeing 777 yang hilang pada 8 Maret 2014. Pesawat yang membawa 239 orang ini terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing.
Sugianto Lo dan istrinya Vinny Chynthya Tio (47) merupakan 2 dari 7 WNI terdaftar sebagai penumpang pesawat tersebut. Selain keduanya masih ada nama Firman Siregar (25), Indra Suria Tanurisam (57), Willy Surijanto Wang (53) serta dua orang terdaftar dengan nama Ferry Indra Suadaya, masing-masing berusia 42 dan 35 tahun. Tiga berasal dari Medan, sedangkan sisanya domisili di DKI Jakarta.
Selain WNI, penumpang pesawat itu terdiri atas 152 warga Cina, 38 orang Malaysia, 5 India, 7 Australia, 3 Prancis, 3 Amerika Serikat, 2 Selandia Baru, 2 Ukraina, 2 Kanada, dan masing-masing seorang dari Rusia, Italia, Taiwan, Belanda dan Austria.
Pilot pesawat itu adalah Kapten Zaharie Ahmad Shah (53), warga negara Malaysia. Zaharie bekerja di Malaysia Airlines sejak 1981 dan memiliki 18.365 jam terbang.
Seperti diberitakan, sekelompok petugas kebersihan pantai menemukan serpihan sayap pesawat di La Reunion, Prancis. Ahli penerbangan Xavier Tytelman mengatakan serpihan itu mungkin dari pesawat Malaysia Airlines MH370. Kesamaan tersebut terletak pada pada nomor seri flaperonnya #B777. Ditemukan pula nomor seri sayap pesawat BB670.
Kabar penemuan serpihan itu membuat Santi dan keluarga bersedih. Penemuan puing berarti melenyapkan harapan mereka.
"Kami sedih, kalau puing sudah ditemukan di laut, berarti tidak harapan lagi. Selama ini kami kan berharap pesawat dibajak, masih utuh dan disembunyikan di satu tempat. Kami berharap abang kami dan istrinya masih selamat," ucap Santi terisak.
Perempuan ini mengatakan, keluarganya tetap tidak berhenti berdoa demi keselamatan Sugianto dan Vinny. "Setiap saat kami berdoa," katanya. (BS-001)