Beritasumut.com - Sri Fitri Yani (37) warga Jalan Pipa Utama, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Medan, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Medan Baru, Jumat (24/7/2015).Kedatangan Sri dan kakak kandungnya Yanti (39) guna membuat laporan, karena rumahnya dibom molotov oleh orang tak dikenal (OTK).Korban menceritakan, kejadian berawal saat dirinya berada di ruang tamu dan suaminya Antoni (40) serta ketiga anaknya berada di kamar. Tiba-tiba terdengar suara ledakan di depan pintu rumahnya. Mendengar ledakan, ia beranjak keluar rumah dan melihat api telah menyambar pintu depan rumahnya.Melihat kejadian itu, ia lalu memanggil suaminya. Dengan sigap, sang suami lalu memadamkan api yang membakar pintu rumahnya."Lagi duduk-duduk. Tiba-tiba ada suara ledakan dan kulihat pintu depan rumahku sudah terbakar," katanya.Dari pengakuan warga, katanya, mereka melihat dua orang mengendarai sepeda motor keluar dari dalam gang tempat tinggal mereka setelah kejadian."Kata warga ada dua orang yang mencurigakan keluar dari gang rumah kami. Dua orang pria itu juga hampir menabrak rumah warga," katanya.Kejadian yang dialaminya diduga karena ada yang tidak senang dengan dirinya dan keluarganya."Setahun yang lalu saya pernah bermasalah dengan seorang penjual bunga bunga sintetik berinisial U warga Delitua. Saat itu saya memesan bunga dan guci yang perjanjian pembayarannya dilakukan secara menyicil. Tinggal Rp90 ribu lagi cicilan utang saya. Karena itu si U terus menagih," pungkasnya.Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Adi Putranto ketika dikonfirmasi mengatakan akan mengecek laporan korban. "Laporannya belum saya terima. Saya cek dulu. Jika sudah diterima, akan saya tindak lanjuti," pungkasnya. (BS-001)