Kondisi Korban Penembakan Polisi di Medan Mulai Membaik

Redaksi - Selasa, 21 Juli 2015 15:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072015/beritasumut_Kondisi-Korban-Penembakan-Polisi-di-Medan-Mulai-Membaik.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Dokumentasi
Junaidi Purba.

Beritasumut.com - Kondisi Junaidi Purba (37) yang ditembak polisi menyusul keributan dalam penangkapan tiga tersangka begal di Medan, Senin (20/7/2015), terus membaik. Junaidi bahkan sudah mampu memaparkan kronologi peristiwa yang dialaminya.

Hingga Selasa (21/7/2015) siang, Junaidi masih dirawat di ruang ICU RS Bhayangkara Polda Sumatera Utara (Sumut), Jalan KH Wahid Hasyim, Medan. Meski untuk bernapas masih dibantu dengan selang oksigen dan masih diinfus, laki-laki itu sudah mampu berbicara dengan lancar tapi pelan.

Dia mengakui penembakan itu terjadi di sela keributan antara warga dengan polisi yang menangkap tiga keponakannya, Agus, Hermanto dan Firdaus di Jalan Eka Prasetya Gang Prasejahtera 6, Desa Helvetia, Sunggal, Deli Serdang. 

"Awalnya aku tanya sama polisi itu, mana surat penangkapan kalian. Mereka gak bisa tunjukkan. Malah mereka bilang, kok kau (Junaidi) pula yang ribut," beber Junaidi.

Ketika itu massa sudah ramai di lokasi kejadian. Saat perdebatan berlangsung, tiba-tiba ada warga yang menarik satu dari lima petugas kepolisian hingga terjatuh. 

"Mungkin dikira aku yang menarik, padahal aku mau menolong polisi yang jatuh itu. Pas aku balik badan, tiba-tiba aku ditembak dari belakang tembus ke dada. Ditembak dari jarak sekitar 2 meter. Rasanya panas dan pedih. Pelurunya kemudian kena ke muka keponakanku si April (Apriliandus Sitio)," imbuh Junaidi.

Dia memaparkan, penembakan itu tidak diawali tembakan peringatan. "Cuma dua kali tembakan. Setelah menembakku, baru ada tembakan peringatan, karena ada yang lari, si Firdaus," katanya.

Setelah tertembus peluru, Junaidi memberitahukan dirinya tertembak ke polisi. Petugas kemudian membawanya masuk ke mobil dan melarikannya ke RS Sari Mutiara.

Junaidi juga membantah mobil Avanza polisi dirusak massa hingga kacanya pecah. Hal itu juga disampaikan adik Junaidi, Jonradiman Purba. 

"Saat mobil itu sampai di RS Sari Mutiara bagus-bagus saja. Cuma kaca depannya retak. Tapi pas dibawa ke sini (RS Bhayangkara) kok jadi hancur begitu. Kami ada bukti fotonya," jelas Jonradiman.

Ditambahkannya, hingga saat ini belum ada permintaan maaf dari pelaku penembakan itu. Namun, Kapolsek Helvetia Kompol Roni Bonic, kemarin malam, datang menjenguk. 

"Katanya semua pembiayaan perobatan menjadi tanggung jawabnya," jelas Jonradiman.

Mengenai laporan ke Propam, Jonradiman dan Junaidi menyerahkan proses itu ke kakak mereka, Rosmadiman Boru Purba. "Yang buat laporan kakak saya. Sekarang dia sedang di polres," sebut Jonradiman.

Seperti diberitakan, Junaidi dan keponakannya Apriliandus dilarikan ke ruang IGD RS Sari Mutiara, Medan, Senin (20/7/2015). Mereka terkena peluru yang ditembakkan petugas kepolisian.

Junaidi diterjang peluru pada bagian punggung tembus ke dada kanan, sedangkan April terluka gores di bagian pipi ke dagu. Penembakan itu terjadi saat personel kepolisian menangkap tiga kerabat korban, Agus, Hermanto Firdaus. Ketiganya merupakan tersangka begal.

Polisi menyatakan, penembakan itu terjadi karena warga bertindak brutal dan berusaha melepaskan ketiga tersangka. Bahkan Firdaus, salah seorang tersangka, melarikan diri dalam peristiwa itu.

"Karena masyarakat semakin brutal dan merusak mobil, perwira yang memimpin penangkapan dan seorang anggotanya melakukan penembakan peringatan, dan tiba-tiba dua warga masyarakat tertembak. Junaidi Purba (37) pada bagian dada tembus ke punggung dan Apriliandus Sitio (14) terserempet proyektil yang tembus dari Junaidi Purba," jelas Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura

Peristiwa

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Peristiwa

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Peristiwa

Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Peristiwa

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Peristiwa

PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern