Musala Dibakar, Polda Papua Duga Ada Pihak Ketiga Ingin Tolikara Chaos

Redaksi - Minggu, 19 Juli 2015 21:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072015/beritasumut_Musala-Dibakar--Polda-Papua-Duga-Ada-Pihak-Ketiga-Ingin-Tolikara-Chaos.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Twitter
Pembakaran musala.

Beritasumut.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Kepolisian Daerah (Polda) Papua Kombes Pol Patrige Renwarin mengatakan sampai sekarang penyidik belum menetapkan tersangka pembakaran musala di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (17/7/2015) pagi. Sampai sekarang polisi baru memeriksa lima saksi.

"Yang diperiksa semuanya dari jamaah musala. Lima sudah diperiksa, satu lagi imam salat baru akan diperiksa," kata Patrige, Sabtu (18/7/2015).

Dikutip dari merdeka.com, adapun untuk pemeriksaan massa penyerang dari Gereja Injil di Indonesia (GIDI), sampai saat ini belum akan dilakukan karena Kapolda dan Pangdam sedang memimpin rapat langsung di Tolikara. Apalagi mereka juga sedang ada kegiatan, sehingga belum memungkinkan untuk diperiksa.

"Kami periksa saksi-saksi dulu dari korban, mereka mengetahui penyerangnya atau tidak, mengenali wajahnya atau tidak saat kejadian. Sampai sekarang belum ada tersangka. Untuk ke sana (menetapkan tersangka) kita masuk dari saksi, kita bisa mengidentifikasi. Apakah pelaku bagian dari GIDI atau di luar itu," katanya.

Artinya ada dugaan insiden tersebut ditunggangi pihak ketiga? Semua serba mungkin, kata Patrige. "Ada dugaan ke arah situ juga, mungkin ada pihak-pihak yang memanfaatkan dua kegiatan (Kegiatan GIDI dan Lebaran), lalu dibenturkan sehingga nanti menimbulkan dampak chaos," ujar Kabidhumas.

"Memang betul, 90 persen massa yang datang ke lokasi (penyerangan) itu anggotanya GIDI, tapi apakah mereka bagian dari kegiatan KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) itu atau tidak kan harus diselidiki," ujar Patrige menegaskan.

Seperti diketahui, Salat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Jumat (17/7/2015) pagi sekitar pukul 07.00 WIT diwarnai aksi penyerangan sekelompok massa.

Warga yang beribadah akhirnya memilih menghindar dan berlindung di Koramil dan Pos 756/WMS. Selain musala, beberapa kios yang ada di sekitar tempat ibadah dibakar massa. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pasca Pembakaran Musala, Kapolres Tolikara Dicopot

Peristiwa

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Insiden Tolikara

Peristiwa

Ini 7 Rekomendasi FKUB Sumut Terkait Insiden Tolikara

Peristiwa

Musala Dibakar di Papua, Polisi Jaga Ketat Gereja di Medan

Peristiwa

Aktivis Dakwah Akui Tolikara Papua Rawan Konflik

Peristiwa

Musala Dibakar di Papua Saat Salat Idul Fitri