Aktivis Dakwah Akui Tolikara Papua Rawan Konflik

Redaksi - Minggu, 19 Juli 2015 21:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072015/beritasumut_Aktivis-Dakwah-Akui-Tolikara-Papua-Rawan-Konflik.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Twitter
Pembakaran musala.

Beritasumut.com - Terkait dengan peristiwa pembakaran musala di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, pada Jumat (17/7/2015) pagi, Aktivis Dakwah Papua Ustaz Abdul Wahab mengaakui daerah Tolikara memang rawan konflik. Misalnya, konflik antar suku sama-sama kristen, konflik karena pilkada dan sebagainya. 

"Apalagi di Tolikara pemberontak Organisasi Papua Merdeka juga eksis," kata Abdul Wahab via telepon, Sabtu (18/7/2015) sebagaimana dilansir merdeka.com.

Abdul Wahab menjelaskan, konflik yang terjadi di Tolikara menjadi berita nasional karena kebetulan melibatkan antara muslim dan kristen. Padahal untuk daerah selain Tolikara di Papua cukup aman. 

"Bahkan pemuda-pemuda kristen juga banyak yang ikut berpartisipasi mengamankan Hari Raya Idul Fitri," katanya. 

Tokoh-tokoh agama, dia melanjutkan, baik Islam maupun Kristen juga menyayangkan terjadinya insiden Tolikara tersebut dan meminta agar kedua belah pihak tidak terprovokasi dengan berita-berita yang beredar di media-media.

"Tokoh-tokoh agama baik Islam maupun Kristen menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak yang berwajib untuk mengusut masalah tersebut," ujarnya.

Abdul Wahab menambahkan, memang ada kelompok radikal Kristen (Gereja Injil di Indonesia) yang menyebarkan brosur provokatif terkait kasus Tolikara ini. 

"Jangankan masjid atau musala, gereja yang tidak sepaham dengan Kristen aliran GIDI ini juga akan dirobohkan," katanya.

"Bahkan mereka memaksa Kristen aliran lain untuk ikut gabung dengan mereka," imbuh Abdul Wahab. 

Seperti diketahui, Salat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Jumat (17/7/2015) pagi sekitar pukul 07.00 WIT diwarnai aksi penyerangan sekelompok massa.

Warga yang beribadah akhirnya memilih menghindar dan berlindung di Koramil dan Pos 756/WMS. Selain musala, beberapa kios yang ada di sekitar tempat ibadah dibakar massa. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

6 Orang Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Pegunungan Arfak

Peristiwa

Jadi Putri Pariwisata Indonesia 2015, Wakil Papua Barat Ini Ternyata Asli Sumut

Peristiwa

Gempa Guncang Papua Barat, 62 Orang Luka 200 Rumah Rusak

Peristiwa

Kelompok Bersenjata Papua Bebaskan 2 WNI

Peristiwa

Kapolda Papua dan Kapolda Papua Barat Diganti

Peristiwa

Pasca Pembakaran Musala, Kapolres Tolikara Dicopot