Istri Gubernur Sumut Teteskan Air Mata Bacakan Puisi Perpisahan

Redaksi - Jumat, 10 Juli 2015 13:08 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072015/beritasumut_Istri-Gubernur-Sumut-Teteskan-Air-Mata-Bacakan-Puisi-Perpisahan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Ketua TP PKK Sumut Sutias Handayani.

Beritasumut.com - Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Sutias Handayani berharap agar sebagai hamba bertaqwa dapat menjalankan ibadah ramadan sebulan penuh khususnya 10 hari Ramadan. 

Hal itu disampaikan istri Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho pada penutupan pengajian ramadan Dharma Wanita dan PKK Sumut di Aula Kantor Dharma Wanita dan PKK Jalan Cut Nyak Dien, Medan, Kamis (9/7/2015).

Hadir pada acara penutupan  tersebut Ketua Dharma Wanita Ny Doharni Nurdin Lubis, Ny Jumsadi Damanik, serta pengurusan juga anggota Dharma Wanita dan PKK. Terselenggara mulai 22 Juni sampai 9 Juli 2015 bertema dengan semangat Ramadan kita perkuat jati diri dan akhlak untuk menghasilkan pribadi muslim dalam mewujudkan masyarakat yang religius.

Sutias yang juga Penasihat Dharma Wanita sempat meneteskan air mata ketika membaca sebuah puisi Berpisah Ramadan. Menurutnya Ramadan adalah bulan yang sangat penting sebagai bulan intropeksi diri, dan pembentuk karakter sebagai hamba yang bertakwa.

Tokoh Perempuan Sumut ini juga mengatakan bahwa bagaimana kita bisa mengevaluasi diri, mengejar selama Ramadan dan mengisinya sesudah Ramadan lebih baik.

Hal serupa juga disampaikan Ustadz Khaidar Putra Daulay dalam tausiahnya menjelaskan bahwa kehidupan adalah sekolah yang tak pernah berakhir hingga akhir hayat.

Ramadan adalah bulan muhasabah atau interopeksi diri, apa yang harus dilakukan mengisi kehidupan khususnya bulan penuh rahmah ini agar menjadi manusia yang lebih baik.

Menurutnya apa makna takwa, karena ada orang baik dalam hidup sosial tapi tidak taat dalam agamanya. 

"Alangkah baiknya kalau berimbang sebagai orang yang taat kepada Allah juga baik dalam kehidupan sosial, karena pada hakikatnya kehidupan ini kita dalam proses pembelajaran diri menjadi lebih baik khususnya pada bulan Ramadan," paparnya. 

Sehingga Ramadan akan memberi dampak-dampak yang besar, pada kehidupan sehari-hari. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait