Penilaian Kaldera Toba Jadi Global Geopark Network Masuki Tahap Akhir

Redaksi - Jumat, 10 Juli 2015 11:16 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072015/beritasumut_Penilaian-Kaldera-Toba-Jadi-Global-Geopark-Network-Masuki-Tahap-Akhir.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho didampingi Asisten Ekbang yang juga Ketua Tim Percepatan Geopark Kaldera Toba menjadi anggota GGN UNESCO, Sabrina, Kepala Bappeda Arsyad Lubis, Kepala Dinas Pariwisata Elisa Marbun dan lainnya, foto bersama dengan dua tim

Beritasumut.com - Penilaian Kaldera Toba untuk ditetapkan sebagai Global Geopark Network (GGN) oleh UNESCO memasuki tahap akhir. UNESCO mengutus tim asesor, 8-12 Juli ke Sumatera Utara (Sumut) untuk menilai langsung kelayakan Kawasan Danau Toba menjadi bagian dari GGN.

Kedua tim asesor yang diutus adalah Prof Setsuya Nakada dan Wesley Hill dari GGN UNESCO. Keduanya diterima Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dalam sebuah acara welcome dinner di Medan, Rabu (8/7/2015) malam. Gubernur didampingi Asisten Ekbang yang juga Ketua Tim Percepatan Geopark Kaldera Toba menjadi anggota GGN UNESCO, Sabrina, Kepala Bappeda Arsyad Lubis, Kepala Dinas Pariwisata Elisa Marbun dan lainnya.

Pada pertemuan itu, Gubernur Sumut mengungkapkan terima kasih kepada tim asesor yang sudah berkunjung untuk melihat langsung Danau Toba dan aktivitas masyarakat. Diharapkan kepada tim asesor agar dapat menginformasikan hal-hal yang perlu ditingkatkan terkait Geopark Kaldera Toba menjadi anggota GGN.

Ketua Tim Percepatan Geopark Kaldera Toba Sabrina mengatakan kedua asesor itu adalah ahli yang berasal dari Jepang dan Amerika Serikat dan didampingi kementerian yang menjadi komite Geopark. 

"Setelah ini tinggal tahapan penilaian dan pengumuman," ujarnya.

Seperti diketahui Kaldera Toba sudah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai Geopark Nasional. Berbeda dengan tahun sebelumnya, menurut Sabrina, untuk tahun ini Indonesia hanya mengusulkan satu kawasan saja yaitu Kaldera Toba untuk ditetapkan menjadi anggota GGN.

"Seluruh negara mengusulkan tapi setahu saya hanya boleh mengusulkan dua setiap tahunnya," katanya.

Untuk mencapai tujuan itu, kata Sabrina, Pemerintah Provinsi Sumut, pemkab terkait  beserta berbagai elemen masyarakat melakukan berbagai persiapan akan mengevaluasi proposal. Evaluasi yang dimaksud, cocok atau tidak apa yang ditulis dengan kondisi lapangan. Selain itu, tim asesor juga melihat bagaimana keragaman biologi dan budaya.

"Karena asesor juga menilai bagaimana masyarakat memanfaatkan dan melestarikan, apakah masyarakat tersebut diberdayakan dan ekonominya," katanya.

Sabrina menjelaskan dalam kunjungan tim asesor, pihaknya akan mendampingi tim mengunjungi air terjun Sipisopiso, Silalahi, Aek Rangat Sitiotio Sigulati, Pusuk Buhit, Tuktuk, Batu Gantung, Parapat, Sipinsur, TB Silalahi, Silangit Airport. Setelah dari airport, sebagian ada yang pulang kembali ke Jakarta. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

250 Bikers Ambil Bagian di Geobike Kaldera Toba 2016

Peristiwa

Plt Gubernur Sumut Perintahkan 7 Kabupaten Bersinergi Bangun Geopark Kaldera Toba