Listrik Masih Padam, Wagub Sumut Panggil PLN

Redaksi - Rabu, 08 Juli 2015 17:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072015/beritasumut_Listrik-Masih-Padam--Wagub-Sumut-Panggil-PLN.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi menerima petinggi PLN.

Beritasumut.com - Dengan masih adanya pemadaman listrik yang dikeluhkan masyarakat Sumatera Utara (Sumut), Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi memanggil PT PLN, Rabu (8/7/2015).

Dalam Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Wagub Sumut, Direktur Pengembangan PT PLN Nasri Sebayang didampingi 5 GM PLN di Sumut yaitu GM Wilayah Sumatera Utara Dian Anto, GM Pembangkitan Sumbagut Sugianto, GM Proyek Pembangkit Sumbagut M Rafiq, GM PT PLN Unit Induk Pembangunan III Robert Purba, GM Pusat Pengandalian dan Penyaluran Beban Eko. Sedangkan Wagub didampingi Assisten Ekbang Sabrina, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi .

Usai pertemuan selama satu jam, kemudian digelar konferensi pers. Menjawab tentang pemadaman listrik yang masih terjadi, Nasri Sebayang mengungkapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan masyarakat akibat pemadaman tersebut. Dia menjelaskan pemadaman terjadi akibat tinginya beban puncak yang saat ini mencapai 1850 MW. 

"Beban puncak tahun ini sudah mencapai 1850 MW, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," kata Nasri. 

Menurutnya kapasitas pasokan listrik Sumut hanya  memiliki cadangan 100 MW Cadangan, yang pada dasarnya belum mencukupi. Dijelaskannya defisit listrik Sumut saat ini salah satunya disebabkan 1 unit PLTU Nagan Raya yang sekarang dalam tahap first year inspection atau pemeriksaan tahun pertama setelah beroperasi yangtepat jatuh pada bulan Ramadan. 

"Sudah menjadi ketentuan pembangkit, harus dihentikan operasionalnya untuk diperiksa dan  dibongkar," ujarnya.

Dia menyebutkan idealnya cadangan listrik 30% dari beban puncak yaitu minimal 550 MW. Semetara rata-rata pertumbuhan ketenagalistrikan di Sumut per tahun 6-7%, lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan beban puncak. 

"Beban puncak tumbuh 12 %,  sementara pertumbuhan energy hanya 6-7%, makanya kita tetap perlu membangun pembangkit," ujar Nasri.

Sementara itu Wagub Sumut menyampaikan PLTA Asahan III yang selama ini lebih dari 10 tahun mengalami kendala dalam pembangunananya, memasuki progress yang menggembirakan. Izin pinjam pakai lahan dari Kementerian Kehutanan sudah terbit pada 25 Juni 2015, sehinga kendala utama dalam proses pembangunannya dengan ini sudah menampakkan titik terang.

"Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan sudah keluar, sehingga Pemerintah Provinsi beserta Pemkab Tobasa dan Asahan akan segera membentuk Tim Inventarissasi Pengusaan Pemilikan Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah dalam Hutan (IP4T) yang nantinya di ketuai oleh BPN," jelas Tengku Erry.

Dijelaskannya, dalam kawasan hutan  yang akan dibangun PLTA Asahan III tersebut, ternyata ada 87 persil areal yang dikeluarkan sertifikatnya oleh BPN. 

"Perlu diinventarisir apakah sertifikat tersebut keluar sebelum SK 44 Tahun 2005. Apabila sebelum SK tersebut, maka Menhut akan merevisi izin pinjam pakai kawasan yang dikeluarkan, jika ini selesai, PLN akan segera melaksanaan pembangunan pembangkit Asahan III," jelas Wagub.

Dalam kesempatan itu Nasri menjelaskan bahwa krisis listrik Sumut baru benar-benar tuntas pada Tahun 2019. Sebagaimana program pemerintah selama  2015-2019 akan membangun pembangkit 35 ribu MW. Dari program dimaksud Sumbagut akan masuk tambahan 2.300 MW yang saat ini sebagian sudah masuk proses konstruksi dan sebagian pelelangan. 

"Ditargetkan pada Tahun  2019, cadangan listrik Sumut minimum 30% dari Beban Puncak akan tercapai sehingga kendala pemadaman listrik ke depannya tidak lagi terjadi," katanya.

Dijelaskanya, PLTU Pangkalan Susu sebesar 2 x 200 MW saat ini dalam tahap penyelesaian. Menurutnya PLTU Pangkalan Susu menjadi tulang pungung mendukung sistem tenaga listrikan mulai Aceh, Sumut hingga perbatasan Riau. Sekarang PLTU Pangkalan Susu sedang pengujian akhir, dalam bulan depan dioperasikan secara komersial. Walaupun belum beroperasi secara komersil, tapi daya pembangkit masuk ke dalam sistem, dimana sehari beroperasi masuk total 320 MW untuk 2 unit, dan Desember diperkirakan mencapai 400 MW.

Sementara itu PLTG Arun dengan kapasitas 180 MW, pada September sudah masuk dalam sistem  dimana blok pertama masuk sebesar 43 MW dan total 180 MW masuk pada Desember.

PLN juga melakukan ekspansi tahun ini mulai pembangunan PLTU Pangkalan Susu tahap III dan IV  sebesar 2x220 MW diharapkan selesai 2018.  "Mudah-mudahan tidak ada kendala-kendala masalah lahan dan jaringan transmisi yang menghambat," katanya. 

Sedangkan PLTP Sarula sebesar 330 MW direncanakan beroperasi pada Tahun 2017-2018. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Tak Ada Pemberitahuan, Listrik Padam 3 Jam saat Warga Tertidur

Peristiwa

Resmikan SPKLU Pematangsiantar, Walikota Berharap jadi Solusi Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik

Peristiwa

Diskon Tidak Diperpanjang, Ini Tarif Listrik Maret 2025

Peristiwa

Wakil Walikota Medan Gunakan Bus Listrik Berangkat ke Kantor

Peristiwa

Mau Garap Proyek Listrik 10 Gigawatt, Abu Dhabi Kepincut Danantara

Peristiwa

Anggaran Kementerian BUMN Dipangkas Rp 115 M, Sewa Mobil Listrik Diganti Hybrid