Beritasumut.com - Lambannya proses pemulangan jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan membuat keluarga korban kecewa. Meski sudah dikenali sejak kemarin, jenazah korban belum juga diproses untuk dikeluarkan dari kamar mayat.
"Ya kecewalah. Dengan alasan prosedur, keponakan kami tidak bisa bisa diberangkatkan," ujar Mikhael Asak Sirait (46), warga Medan, paman dari 2 korban yang sudah dikenali, Kamis (2/7/2015).
Mikhael mengaku, dua keponakannya, Ester Yosephin Sihombing (17), dan Rita Yunita (14), sudah dikenali sejak pukul 10.00 WIB kemarin. Meski begitu, hingga 08.45 WIB tadi pagi, jenazah belum juga keluar dari kamar mayat RSUP Adam Malik.
"Saya sendiri yang mengenalinya kemarin. Pakaiannya lengkap kecuali alas kakinya yang tidak ada," katanya.
Ester dan Rita merupakan dua penumpang pesawat pesawat C-130 yang jatuh di Medan. Mereka ingin pulang ke rumah ayahnya Serda Sahata Sihombing yang bertugas sebagai Babinsa di Natuna.
Bukan hanya Mikhel, kekecewaan juga dirasakan Yenti Arizona (36) warga Bukit Raya, Pekanbaru, Riau. Perempuan ini kecewa karena dua putranya, Rezki Budi Perkasa (20), dan Renaldi Wadianto (15) juga belum bisa dikeluarkan meski sudah dikenali sejak pukul 11.00 WIB kemarin.
Dia mengenali langsung kedua putranya karena tubuh dan pakaian serta dompet mereka masih utuh.
"Kantong 91 sama 93 itu anak saya. Saya masih ingat. Kemarin saya ditelepon orang AU minta supaya dimandikan sore kemarin supaya bisa dibawa ke (Lanud) Soewondo agar pagi ini bisa diberangkatkan. Ternyata tidak. Sampai sekarang belum jelas. Padahal keluarga sudah menunggu di Pekanbaru," ujar Yenti.
Yenti maupun Mikhael masih berharap anak dan keponakan mereka bisa segera keluar. "Kami berharap bisa diberangkatkan hari ini juga," harap Yenti. (BS-001)