Beritasumut.com - Kaum tunanetra yang beragama Islam di Medan tak mau kalah mengisi Ramadan dengan ibadah. Mereka begitu khusyuk menggelar tadarusan pada bulan puasa 1436 H.
Ibadah ini diikuti puluhan anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Medan di Kantor Pertuni Sumatera Utara (Sumut), Jalan Sampul, Medan, Kamis (25/6/2015). Mereka membaca Alquran serta saling menyimak dan mengoreksi bacaan rekannya.
Para tunanetra ini membaca Alquran yang ditulis dalam huruf braille. Huruf-huruf hijaiyah itu mereka raba untuk ditransformasikan menjadi lantunan ayat-ayat suci. Tadarus dipandu seorang guru, Khairil Anwar (61).
"Kegiatan ini berlangsung setiap Kamis pukul 10.00-12.00 WIB," kata pria tunanetra dan menjabat Kepala Biro Kerohanian Pertuni Sumut.
Dia memaparkan, tadarus ini merupakan kegiatan tahunan dan berlangsung setiap Kamis. Mereka ingin beribadah dan mengasah kemampuannya membaca Alquran.
Anggota Pertuni yang ikut dalam tadarus ini terbagi dalam beberapa tingkatan. Ada yang masih pemula dalam belajar huruf hijaiyah ditulis dengan bentuk braille, ada pula tingkatan lanjut.
Selain tadarusan, para penyandang tunanetra ini juga menyatakan rutin membaca Alquran di rumah masing-masing. "Kita juga ada program 1 juz 1 hari," ujar Khairil.
Bukan hanya tadarusan, mereka juga menggelar pengajian, sedekah, dan berbuka bersama. "Itu untuk memperkuat silaturahmi, mempererat persaudaraan kita," pungkas Khairil. (BS-001)