Jokowi Terinspirasi Ulama NU Yang Mampu Mewujudkan Islam Nusantara, Bukan Islam di Nusantara

Redaksi - Senin, 15 Juni 2015 21:31 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062015/beritasumut_Jokowi-Terinspirasi-Ulama-NU-Yang-Mampu-Mewujudkan-Islam-Nusantara--Bukan-Islam-di-Nusantara.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Setkab
Presiden Jokowi menghadiri acara istighotsah yang digelar PBNU di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (14/6/2015) sore.

Beritasumut.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat terinspirasi dengan dengan para ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang mampu menyelaraskan nilai-nilai keislaman yang universal menjadi Islam yang membumi dan menyatu dalam budaya nusantara. Sehingga yang terwujud adalah Islam Nusantara, bukan Islam di Nusantara. Islam Indonesia, bukan Islam di Indonesia.

"Ini adalah sumbangan otentik yang nyata dari para ulama NU. Semangat ini harus terus dikembangkan di masa yang akan datang," ujar Presiden saat memberikan sambutan pada acara Istighotsah Menyambut Ramadhan1436 H dan Pembukaan Munas alim Ulama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (14/6/2015) sore.

Dikutip dari situs Setkab RI, Senin (15/6/2015), Presiden berharap para ulama NU melanjutkan kembali jejak sejarahnya, mengambil bagian dalam menjawab tantangan bersama, dan menempatkan NU menjadi bagian penting dari tiang penyangga Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.

Bersama berbagai elemen bangsa yang lain, kata Kepala Negara, NU bisa menjadi contoh bagaimana membangun masyarakat yang damai dan rukun dalam keragaman, sehingga bangsa ini bisa menjawab tantangan kebangsaan dalam semangat persatuan Indonesia dan gotong royong.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga berharap NU turun berperan membantu pemerintah menjawab tantangan ke depan. Ia menyebutkan, tantangan banyak sekali, yang kalau disebutkan tidak akan selesai dalam sehari.

"Tantangan itu adalah para mafia. Saya harap NU bisa membantu melawan mereka," pinta Jokowi.

Kepala Negara menyebutkan, setiap hari kita berhadapan dengan mafia narkoba, mafia illegal fishing, mafia migas, dan mafia pangan yang harus bersama-sama kita selesaikan

Mengenai penetapan Hari Santri Nasional, Presiden Jokowi menegaskan akan mengikuti saran PBNU yang menetapkan hari santri pada 22 Oktober.

"Jika sudah melalui musyawarah dan proses yang matang, saya minta kepada Menteri Agama agar secepatnya diproses sehingga cepat masuk ke meja saya untuk langsung saya tandatangani ketetapan Hari Santri tersebut," tegas Presiden Jokowi.

Musyarawah Nasional Alim Ulama NU ini merupakan rangkaian dari Muktamar ke-33 NU pada awal Agustus mendatang di Jombang, Jawa Timur.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menkominfo Rudiantara, Menpora Imam Nahrawi, Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Ketua Umum PP GP Ansor yang juga Kepala BNP2TKI Nusron Wahid Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki, dan ribuan warga NU Jabodetabek. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Lau Simeme

Peristiwa

Panglima TNI Sematkan Brevet Kehormatan Hiu Kencana Kepada Presiden RI di atas KRI RJW-992

Peristiwa

Presiden Tekankan Pentingnya Bangun SDM Unggul untuk Tingkatkan Daya Saing Global

Peristiwa

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pamukkulu Berkapasitas 82 Juta Meter Kubik

Peristiwa

Presiden Jokowi Kecam Keras Serangan Israel ke Rafah

Peristiwa

Presiden Tegaskan Pemerintah Bantu Relokasi Korban Banjir dan Bangun Sabo Dam di Sumatera Barat