Sedih, Tak Punya Duit Bayar Uang Kuliah Rp2,5 Juta Per Semester, Maya Gagal Kuliah di Unimed Jalur Undangan

Redaksi - Kamis, 11 Juni 2015 16:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062015/beritasumut_Sedih--Tak-Punya-Duit-Bayar-Uang-Kuliah-Rp2-5-Juta-Per-Semester--Maya-Gagal-Kuliah-di-Unimed-Jalur-Undangan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Maya Mutia Sari Hasibuan.

Beritasumut.com - Pupus sudah harapan Maya Mutia Sari Hasibuan (18) warga Jalan Denai  Gang Mulyajadi, Lingkungan VIII, Kelurahan  Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan untuk menimba ilmu di Universitas Negeri Medan (Unimed). 

Pasalnya, Maya yang masuk melalui jalur undangan dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 4151240011, Program Studi Fisika, harus membayar uang kuliah Rp2,5 juta per semester. 

Padahal, penghasilan orang tuanya cuma Rp1,2 juta setiap bulan untuk kehidupan sehari-hari. 

"Saya lulus dari jalur undangan, tapi panitia menyuruh membayar uang kuliah Rp2,5 juta. Mana ada ayah uang sebanyak itu," kata lulusan SLTA Mamiyai, Jalan Bromo, Medan, ini, Kamis (11/6/2015).

Hal ini, katanya, berbanding terbalik dengan temannya Fitri yang juga lulus melalui jalur undangan. Fitri hanya dikenakan biaya kuliah Rp1,6 juta per semester dengan penghasilan orang tua Rp1,5 juta per bulan.

"Temanku Ade hanya membayar uang kuliah Rp1,9 juta dengan penghasilan orang tuanya Rp5,5 juta per bulan. Kenapa pihak Unimed tidak adil," jelasnya. 

Ia dan orang tuanya, Solihin telah berusaha meminta keringanan ke pihak Unimed, namun tidak dihiraukan. 

"Saya dan bapak juga sudah menghadap ke Puskom (Tata Usaha) dan disana saya disuruh menghadap ke Biro Adm Akademik dan Kemahasiswaan. Disitu saya jumpai Pak Sumadi dan jawabannya tetap harus membayar uang kuliah Rp2,5 juta per semester," akunya.

Untuk itu, Maya dan orang tuanya hanya bisa berharap Rektor Unimed Syawal Gultom dan Walikota Medan Dzulmi Eldin untuk dapat memperhatikan anak kurang mampu yang mempunyai keinginan keras untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. 

"Kita kan telah merdeka, tapi dimana letak kemerdekaan itu. Kami hanya meminta keadilan. Untuk kuliah saja harus membayar uang semahal itu, padahal kami orang susah," pungkasnya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

FT Unimed Akan Gelar Temu Karya Aptekindo di Medan

Peristiwa

Besok, Paduan Suara Unimed Solfeggio Choir Berlaga di Festival The 1st North Sumatera Choir Competition 2016

Peristiwa

Bupati Labura Gratiskan 32 Mahasiswa Kuliah di Unimed

Peristiwa

BPKP Sumut Gandeng Unimed dalam Pengelolaan Keuangan Desa

Peristiwa

Ujian SBMPTN di Unimed Berjalan Lancar

Peristiwa

SM-3T UNIMED Gelar Aksi Peduli Pola Hidup Bersih 1000 Siswa di Sulawesi Utara