Di Myanmar Biksu Picu Kekerasan, di Indonesia Biksu Bantu Muslim Rohingya

Redaksi - Senin, 08 Juni 2015 18:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062015/beritasumut_Di-Myanmar-Biksu-Picu-Kekerasan--di-Indonesia-Biksu-Bantu-Muslim-Rohingya.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Dua orang biksu berbincang dengan pengungsi Muslim Rohingya.

Beritasumut.com - Ada pemandangan tidak biasa di pengungsian warga Rohingya dan Bangladesh di Hotel Pelangi International, Medan, Senin (8/6/2015). 

Sejumlah biksu yang tergabung dalam Perwakilan Umat Buda Indonesia (Walubi) Sumatera Utara (Sumut) memberikan bantuan kepada pengungsi.

Para biksu dan biksuni itu berinteraksi langsung dengan pengungsi Rohingya. Tidak terlihat kebencian dalam pertemuan ini.

Kunjungan biksu dan biksuni ini memberi arti tersendiri, karena pengungsi muslim Rohingya terpaksa pergi dari Myanmar menyusul kekerasan dipicu kebencian etnis dan agama yang disebarkan biksu antimuslim, Ashin Wirathu.

Para biksu dan biksuni ini datang bersama sejumlah Pengurus Walubi Sumut dan Kepala Staf Kodam I Bukit Barisan Brigjen Cucu Sumantri. Saat bertemu pengungsi Rohingya, para biksu dan biksuni memberikan bantuan berupa 2 goni sarung dan sejumlah makanan.

"Pesan yang ingin kita sampaikan, bahwasanya di sini kan teman-teman dari Walubi yang notabene beda agama juga membantu. Yang  di sana ada bermasalah, yang di kita tidak bermasalah, malah ini mereka membantu," kata Cucu.

Pemberian bantuan dari Walubi itu juga dinilai sebagai pesan kepada Myanmar. "Bahwa jangan agama dijadikan permasalahan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ucap Cucu.

Dia menambahkan, penanganan pengungsi Rohingya sudah dirapatkan di Kantor Gubernur Sumut dipimpin Menko Polhukam Tedjo Edy Purdijatno. 

Kata Cucu, mereka sudah mengundang UNHCR untuk berkoordinasi soal penyaluran pengungsi ke negara-negara yang ingin dituju. 

"Jadi intinya nanti bagaimana PBB, dalam hal ini UNHCR. Kita memfasilitasi dan siap membantu pengungsi ini," jelas Cucu.

Sebelumnya, Menko Polhukam Tedjo Edy Purdijatno mengatakan, berbeda dengan pengungsi Rohingya, pencari kerja asal Bangladesh akan dikembalikan ke negaranya. 

"Kalau untuk pengungsi Rohingya, aparat tidak mengundang mereka masuk ke dalam, tapi kalau sudah masuk harus ditangani dengan baik bersama IOM dan UNHCR untuk menyelesaikan masalah ini selama satu tahun," kata Tedjo.

Pemerintah menuntut lembaga PBB itu untuk menangani seluruh pengungsi yang ada di Indonesia. Sebab, saat ini jumlahnya sudah 11.000 orang. "Ini beban mereka," jelas Tedjo.

Persoalan pengungsi ini menjadi perhatian karena hal itu bisa memunculkan masalah sosial baru. 

"Jika mereka menganggur dan dibiayai negara, akan memunculkan kecemburuan masyarakat di sekitar," ujar Tedjo. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pemprov Sumut Pulangkan 141 Korban TPPO dari Myanmar

Peristiwa

Piala AFF 2024, Indonesia Menang 1-0 Atas Myanmar

Peristiwa

TNI AU Berhasil Emban Misi Kemanusiaan dengan Membawa 14 WNI dari Myanmar

Peristiwa

Kantor Atase Pertahanan Indonesia di Myanmar Evakuasi 14 WNI Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang

Peristiwa

Serukan Penghentian Kekerasan di Myanmar, Presiden: Mari Cari Solusi Bersama

Peristiwa

Presiden: Pemerintah Segera Upayakan Evakuasi 20 WNI Korban TPPO dari Myanmar