Wagub Sumut Ajak Amerika Peduli Pengungsi Rohingnya

Redaksi - Jumat, 05 Juni 2015 07:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062015/beritasumut_Wagub-Sumut-Ajak-Amerika-Peduli-Pengungsi-Rohingnya.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi, Dubes AS untuk Indonesia Mr Robert Blake, Konjen AS Mr Y Robert Ewing, Wali Nanggroe Malikh Mahmud, Walikota Medan Dzulmi Eldin, Walikota Binjai M Idaham dan Walikota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan pada acara perayaan H

Beritasumut.com - Wakil Gubernur (Wagub) Sumaera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi mengajak Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengambil peran strategis untuk turut peduli dengan nasib para pengungsi Rohinya.

 

Ajakan tersebut disampaikan Tengku Erry saat menghadiri resepsi perayaan Hari Kemerdekaan AS ke 239 yang digelar di Hotel JW Marriott, Medan, Rabu (3/6/2015) malam.

 

Hadir dalam acara tersebut Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia Mr Robert Blake, Konjen AS Mr Y Robert Ewing, Wali Nanggroe Malikh Mahmud, Walikota Medan Dzulmi Eldin, Walikota Binjai M Idaham, Walikota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, RE Nainggolan dan sejumlah undangan lainnya.

 

Dalam kesempatan itu, Tengku Erry menyatakan AS memiliki peran strategis dalam era globalisasi, termasuk membangun harmonisasi, perdamaian dunia dan kesejahteraan masyarakat antarbangsa.

 

"Pemerintah Amerika Serikat telah menjalin hubungan diplomatik yang baik dengan pemerintah Indonesia. Begitu juga dengan Pemintah Provinsi Sumatera Utara melalui Konjen di Medan. Hubungan ini sangat baik bagi kedua belah pihak, karena adanya sinerjitas antara keduanya," ujar Tengku Erry.

 

Selain itu, Pemprov Sumut juga telah menjalin hubungan kerja sama berbagai bidang, diantaranya pertanian, pendidikan, pariwisata dan bidang lainnya. Khusus untuk bidang pengelolaan air bersih, Pemrintah Provinsi (Pemprov) Sumut berharap kerja sama itu semakin ditingkatkan.

 

Tidak lupa Tengku Erry menawarkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei kepada sejumlah investor AS, sebagai bagian dari Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

 

"Kami akan mempermudah investor AS yang ingin menanamkan investasinya di KEK Sei Mangkei. Selain sebagai kawasan industi pengolahan kelapa sawit dan turunannya, KEK Sei Mangkei juga akan terintegrasi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung, sebagai cikal bakal pelabuhan internasional di kawasan pantai timur Sumatera," papar Tengku Erry.

 

Dalam kesempatan yang sama, Tengku Erry juga menyatakan, pengungsi Rohingya yang mengalami perpecahan di negaranya dan terpaksa menyelamatkan diri ke sejumlah negara, perlu mendapat perhatian dunia, termasuk AS.

 

"Amerika sebagai negara yang sangat menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia, tentu akan terpanggil untuk membantu para pengungsi Rohingnya. Kita yakin, AS memiliki solusi dalam membantu para pengungsi Rohingnya," ucap Tengku Erry.

 

Sementara Pemerintah AS melalui Dubes untuk Indonesia, Robert Blake menyatakan apresiasi yang tinggi atas penanganan ribuan manusia perahu Rohingya yang terdampar di Aceh. Aksi kemanusiaan seperti itu  harus lebih ditingkatkan oleh negara-negara lain.

 

"Amerika sendiri saat ini mengupayakan penanganan yang cukup serius terhadap muslim Rohingya yang terdampar. Kita telah berkomunikasi dengan pemerintah Malaysia, dan mereka (Malaysia) menyatakan kesediaan untuk menampung 7.000 pengungsi dan 2.000 lainnya yang diduga masih terkatung-katung di laut," kata Robert.

 

Blake mengaku baru pulang melihat kondisi pengungsi Rohingya di Aceh bersama Asisten Menteri Luar Negeri AS urusan Kependudukan, Pengungsi dan Migrasi Anne C Richard. Setelah berkunjung, Asisten Menlu kemudian bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membicarakan teknis penanganan muslim Rohingya di Indonesia.

 

"Hubungan diplomatik dengan Indonesia saat ini terus ditingkatkan. Baru saja, kami telah menaikan status diplomatik Amerika menjadi konsulat penuh. Kita menekankan Kemitraan Komprehensif dengan Indonesia yang mencakup berbagai bidang, dari memperluas hubungan perdagangan dan investasi," ujar Blake.

 

Konsul AS di Medan Y Robert Ewing menambahkan, hubungan AS khususnya di Medan dan Pulau Sumatera sangat baik. Pulau Sumatera yang memiliki penduduk 55 juta orang memiliki potensi yang besar dan perlu dikembangkan bersama antar dua negara.

 

"Beberapa program telah dilakukan di antaranya dengan membuat kota pintar (Smart City). Ada banyak perusahaan Amerika yang bisa memberikan solusi percepatan kota pintar di Pulau Sumatera. Bantuan teknologi dan pengembangan investasi mampu mendorong terwujudnya kota pintar," ujar Robert.

  

Robert Ewing menjelaskan, perayaan Independence Day, sejatinya jatuh setiap  4 Juli. Tahun ini sengaja dipercepat  dengan dengan pertimbangan Indonesia akan menyambut bulan Ramadan.

 

"Atas keberagaman ini, kami menghormatinya sehingga acara dipercepat dari biasanya," papar Robert.

 

Perayaan Hari Kemerdekaan AS di Medan diawali dengan menyanyikan lagu nasional AS dan Indonesia. Kemudian dimeriahkan dengan penampilan band dari Armada ke-7 Angkatan Laut yang berbasis di Jepang yang sengaja diundang turut memeriahkan acara. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Poldasu Tangkap Pengedar Uang Dolar Amerika Palsu

Peristiwa

Prananda Paloh : Pembantaian Keji di Orlando Bukan Ajaran Islam

Peristiwa

Walikota Tebing Tinggi Terima Kunjungan Militer dari 13 Negara

Peristiwa

Presiden Perintahkan Menteri LHK Cabut Izin Perusahaan Yang Hutannya Terbakar

Peristiwa

Malam Ini, Jokowi Bertemu Obama Bahas Kerja Sama Ekonomi

Peristiwa

Jokowi Yakin di Jalan Yang Benar