Jokowi: Uang KIP Jangan Dibikin Beli Pulsa

Redaksi - Sabtu, 30 Mei 2015 22:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052015/beritasumut_Jokowi--Uang-KIP-Jangan-Dibikin-Beli-Pulsa.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Setkab
Presiden Jokowi membagikan KIP dalam kunjungan di Parigi Moutong, Sulteng, Jumat (29/5/2015) sore.
Beritasumut.com - Usai meresmikan smelter di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Widodo langsung meluncur ke Kabupaten Parigi Moutong, untuk membagi-bagikan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Asistensi Disabilitas, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada warga setempat, Jumat (29/5/2015) sore.Dikutip dari situs resmi Setkab RI, Sabtu (30/5/2015), kartu yang dibagikan oleh Presiden Jokowi itu terdiri atas 117 Kartu Asistensi Untuk Penyandang Disabilitas, 139 KKS, 126 KIP, dan 112 KIS. Presiden memanggil satu persatu perwakilan penerima kartu untuk menerima langsung kartu dari dirinya."Saya seneng di Parigi dipanggil langsung lari, namanya lincah semangat di provinsi yang lain dipanggil tuh pasti saya tegur eh cepet. Ini nggak ada yang saya tegur, bagus," kata Jokowi mengomentari antusiasme penerima kartu yang langsung bergegas menuju panggung saat ia panggil namanya.Kepada pemegang KIS, Presiden Jokowi berpesan agar kalau sakitnya batuk, flu, cukup ke Puskesmas saja, jangan langsung ke rumah sakit. Ia menuturkan, kalau batuk-batuknya berat baru akan dirujuk Puskesmas ke Rumah Sakit."Dengan kartu ini tunjukan ke Rumah Sakit tidak biaya. Tolong disampaikan pada saya kalau dengan kartu ini tidak dilayani dengan baik, hati-hati yang tidak melayani, disini aja bosnya RS namanya Bu Menteri Kesehatan. Saya perintahkan kalau ada suara yang tidak baik pegang ini harus dilayani dengan baik," tutur Kepala Negara.Sementara saat membagikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Presiden Jokowi menyampaikan, kepada penerimanya diberikan Rp200 ribu setiap bulan, dan untuk diambil 3 bulan sekali di Kantor Pos.Untuk penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), Presiden Jokowi menjelaskan, untuk siswa SD diberikan bantuan Rp450 ribu per tahu, SMP Rp750, dan SMA Rp1 juta per tahun.Presiden berpesan kepada para orang tuan yang anak-anaknya memperoleh KIP, agar anak-anak belajarnya yang giat. Jangan hanya 1 jam, tapi 3 jam. Selain itu, ia minta agar habis subuh anak-anak belajar lagi."Saya titip kalau ambil uang diambil untuk beli buku, beli seragam, beli sepatu atau beli tas boleh. Tapi tidak boleh untuk beli pulsa. Inggat, ini tidak boleh untuk beli pulsa. Kalau untuk beli pulsa kartunya dicabut," pesan Kepala Negara.Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila F Moelok, Menteri Perindustrian Saleh Husni, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljoo. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Lau Simeme

Peristiwa

Panglima TNI Sematkan Brevet Kehormatan Hiu Kencana Kepada Presiden RI di atas KRI RJW-992

Peristiwa

Presiden Tekankan Pentingnya Bangun SDM Unggul untuk Tingkatkan Daya Saing Global

Peristiwa

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pamukkulu Berkapasitas 82 Juta Meter Kubik

Peristiwa

Presiden Jokowi Kecam Keras Serangan Israel ke Rafah

Peristiwa

Presiden Tegaskan Pemerintah Bantu Relokasi Korban Banjir dan Bangun Sabo Dam di Sumatera Barat