Pasien Meninggal, Keluarga Protes Rumah Sakit

Redaksi - Sabtu, 30 Mei 2015 19:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052015/beritasumut_Pasien-Meninggal--Keluarga-Protes-Rumah-Sakit.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi.
Beritasumut.com - Bayi berusia 1,8 bulan bernama Bilqis meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Permata Bunda, Jumat (29/5/2015) malam. Bilqis yang merupakan warga Tanjung Balai ini  dirawat di rumah sakit tersebut sejak Sabtu (23/5/2015) lalu.Keluarga korban menilai pihak rumah sakit tidak profesional sehingga membuat pasien meninggal dunia.Pihak keluarga bernama Agus Salim yang mewakili ibu korban Mita Arnisa (22) mengaku, bayi perempuan itu awalnya mengalami demam dan kerumut. Ia lalu membawa korban ke rumah sakit di Tebingtinggi. Namun setelah disuntik, badannya biru-biru sehingga dibawa ke RS Permata Bunda.Setibanya di RS Permata Bunda, Bilqis sempat dibawa ke ruang ICU dan kemudian opname di ruang anak lantai III. Namun, pada Jumat (29/5/2015), kondisi Bilqis semakin kritis, sehingga menganjurkan supaya Bilqis ditangani secara serius ke ruang ICU.Akan tetapi, perawat mengatakan harus ada persetujuan pihak keluarga sekaligus sebagai jaminan. Setelah terjadi argumentasi, akhirnya disepakati sebagai penjamin adalah Agus Salim dan akan membayar semua perawatan pada 4 Juni 2015.Bilqis tidak kunjung dibawa ke ruang ICU dan tetap dibiarkan di ruang anak. "Saya menjenguk Bilqis sekira pukul 12.00 WIB dan setelah saya jamin biaya supaya dimasukkan ke ruang ICU, lalu saya pulang. Namun, sekira pukul 19.00 WIB. Saya mendapat telepon Bilqis sudah meninggal. Begitu saya tiba di rumah sakit, ternyata Bilqis tidak dibawa ke ruang ICU," kesalnya.Agus menilai, penanganan RS Permata Bunda tidak profesional. Bahkan  ketika diminta medical record, pihak rumah sakit tidak bersedia memberikannya."Masa pihak rumah sakit bilang, medical record baru bisa diberikan kalau biaya rumah sakit sudah dibayar. Rumah sakit apa ini," ungkapnya dengan rasa kecewa.Setelah sebagian biaya perawatan dibayar, barulah mayat Bilqis dibawa pulang. Kemudian, pihak rumah sakit melalui seorang dokter bersedia memberikan keterangan kepada Agus Salim. Setelah mendapat penjelasan dari dokter itu, keluarga pasien ini pulang. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

RSJ Prof Dr Muhammad Ildrem Beri Kesempatan Pasien Pulih untuk Berjualan

Peristiwa

Dua Jenazah Pasien Tanpa Identitas dan Keluarga Dirawat di RS Adam Malik

Peristiwa

Jumlah Pasien Pengidap HIV di Rumah Sakit Pirngadi Medan Meningkat

Peristiwa

Diduga Tertabrak Truk Saat Menyebrang, Pasien Tanpa Identitas Dirawat di RS Adam Malik

Peristiwa

Usai Lebaran, Pasien Rumah Sakit Pirngadi Meningkat

Peristiwa

Rumah Sakit Adam Malik Rawat Pasien Mr-X Korban Kecelakaan