RE Nainggolan Apresiasi Beta Mulak Tu Huta

Redaksi - Senin, 25 Mei 2015 21:22 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052015/beritasumut_RE-Nainggolan-Apresiasi-Beta-Mulak-Tu-Huta.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Pegiat Geopark Toba Dr RE Nainggolan MM didampingi Jadi Pane SPd saat bertemu dengan Ketua Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) Drs Maruap Siahaan MBA di Danau Toba Internasional Hotel Medan, Jumat (22/5/2015).
Beritasumut.com - Pegiat Geopark Kaldera Toba, Dr RE Nainggolan MM menyambut baik rencana Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) yang akan menyelenggarakan program Lake Toba Tourism Kick Off: Beta Mulak tu Huta, 5-7 Juni 2015. Program ini adalah program perdana, dan akan dilaksanakan secara rutin dengan lokasi dan waktu yang berbeda.Menurut RE, agenda merangkaikan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan alam sangat relevan dengan apa yang dicita-citakan ketika kawasan ini menjadi jaringan taman bumi dunia di bawah naungan UNESCO. Koservasi menjadi target utama ketika kawasan ini menjadi taman bumi dunia yang disertifikasi."Tanpa konservasi, kegiatan seperti kegiatan yang akan dilakukan YPDT akan sia-sia," ujarnya di Danau Toba Hotel International, Medan, ketika menerima kedatangan Ketua Umum YPDT Drs Maruap Siahaan MBA, Jumat (23/5/2015) lalu.Dijelaskannya, melalui evaluasi setiap empat tahun akan mampu menjaga kelestarian lingkungan kawasan Danau Toba. Jadi, agenda-agenda pecinta alam dan lingkungan seperti YPDT tidak tinggal kenangan di kawasan Danau Toba.Sementara itu, Maruap Siahaan menjelaskan agenda ini merupakan bentuk komitmen YPDT untuk mendorong semua pihak membangun kepedulian terhadap kawasan Danau Toba yang memiliki keindahan luar biasa, namun belum dioptimalkan keberadaannya sebagai pusat wisata, pusat peradaban, dan pusat pembelajaran. YPDT mengajak semua pihak berkomitmen membangun kawasan Danau Toba agar tetap lestari.Sejumlah kegiatan yang akan dilakukan YPDT yaitu mengelilingi Danau Toba menggunakan kapal, adventure, outbound, tabur benih ikan, penanaman pohon, inagurasi pelantikan Pengurus Perwakilan YPDT di Kawasan Danau Toba, menyaksikan opera Batak dan mengunjungi pusat-pusat kerajinan lokal (manderes tuak, martonun, mambahen selai mangga dohot anggur toba, dll). "Bukanlah sebuah kebetulan apabila penyelenggaraan kegiatan ini bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup. Lingkungan Hidup menjadi sangat penting bagi umat manusia, maka selayaknyalah dijaga dan dirawat. Terlebih lagi bahwa Danau Toba merupakan anugerah Tuhan yang diberikan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut secara gratis," ujarnya.Yang diharapkan adalah, bagaimana Danau Toba tetap lestari dan terpelihara dengan baik sehingga dapat dinikmati oleh anak cucu pada masa yang akan datang. Danau Toba bukan untuk dieksploitasi sebagaimana dilakukan oleh segelintir orang pengusaha yang mengatasnamakan kepentingan negara melalui sepucuk surat izin yang dilegalkan memanfaatkan koneksi dan jabatan dengan "telanjang" telah merusak hutan di Kawasan Danau Toba. Atau segelintir orang yang mengatasnamakan kesejahteraan rakyat membuat keramba apung di Danau Toba yang merusak kualitas air danau yang dahulunya dapat dinikmati sebagai sumber air minum dan juga beberapa kebutuhan dasar lainnya.Lebih lanjut dijelaskannya, "Beta Mulak tu Huta" bukanlah sekedar program ajakan pulang kampung, tetapi juga bentuk dorongan terhadap pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba, pelestarian lingkungan, revitalisasi kebudayaan (opera batak, situs budaya, kesenian, dll), optimalisasi potensi lokal masyarakat, termasuk juga dorongan pembenahan terhadap akses transportasi (jalur udara, darat, dan laut) menuju dan/atau dari kawasan Danau Toba.Kondisi infrastruktur jakan yang memprihatinkan, bahkan perusahaan multinasional mengoperasikan usaha keramba di sekitar Desa Silimalombu yang seringkali mencium adanya aroma bau busuk berasal dari ikan mati dikubur dan sebagian terpapar di tanah. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pemberian Bantuan Keuangan Provinsi Perlu Parameter Jelas

Peristiwa

RE Foundation Gelar Seminar Tentang Bantuan Keuangan Provinsi

Peristiwa

RE Nainggolan: Jika Niat Baik, Tak Ada Perjuangan Sia-sia

Peristiwa

RE Nainggolan Besuk Putri Tukang Becak

Peristiwa

Inilah Aktivitas Kandidat Pasca Pilgub Sumut

Peristiwa

Sekjen DPP PDS Konsisten Bersama RE Nainggolan