Pemerintah Indonesia Diharapkan Membantu Pengungsi Rohingya

Redaksi - Sabtu, 23 Mei 2015 00:23 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052015/beritasumut_Pemerintah-Indonesia-Diharapkan-Membantu-Pengungsi-Rohingya.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Dokumentasi
Warga Rohingnya Myanmar dan Bangladesh saat terdampar di Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Beritasumut.com - Pemerintah Indonesia diharapkan membantu dan peduli kepada pengungsi Rohingya, Myanmar yang terdampar Indonesia, khususnya Aceh maupun Sumatera Utara (Sumut).

"Menyelamatkan pengungsi Rohingya  yang menjadi korban konflik merupakan martabat Bangsa Indonesia dan pemerintah harus melakukannya," kata Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudidn didampingi Pimpinan ACT Sumut Zulham Effendi, usai melepas keberangkatan tim ACT Sumut untuk memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya di Lapangan Kuala Cangkoy, Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara di Kantor ACT Sumut, Jalan Mustafa, Medan, Kamis (21/5/2015).

Dijelaskannya, ACT Sumut memberikan 250 paket bantuan berupa  kasur, beras, sarung, mukena dan selimut bagi pengungsi Rohingya.

"Bantuan ini sudah kita berikan sejak hari pertama pengungsi Rohingya tiba di Aceh, Lhoksukon dan Langsa," akunya.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam harus bisa lebih peduli dengan saudara seagamanya.‬

"Dengan menyelamatkan pengungsi Rohingya, menunjukkan kita bangsa yang besar. Jangan ada kata deportasi, melainkan kita harus menyelamatkan mereka," jelasnya.

Muslim Rohingya tidak mendapatkan haknya di Myanmar, maka seluruh elemen masyarakat harus bersatu padu memberikan kepedulian terhadap sesama manusia.‬

‪‪Ia menyarankan, Pemerintah Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara harus memimpin negara-negara ASEAN untuk menggalang dukungan.‬

"Dukungan ini sekaligus sebagai upaya menyerukan Myanmar agar memberikan hak kewarganegaraan bagi kelompok etnis minoritas beragama Islam ini.‬ Hal inilah yang dilakukan ACT kepada pengungsi Rohingya. Kita berharap masyarakat lainnya dapat melakukan hal yang serupa," jelasnya.

Di tempat terpisah, Gecik (Kepala Desa) Kuala Cangkoy M Sabar mengucapkan terima kasih kepada Aksi Cepat Tanggap yang memberikan bantuan kepada para pengungsi Rohingya.

"Kita berharap kepada masyarakat lainnya dapat meniru bantuan yang diberikan ACT kepada pengungsi Rohingya," jelasnya.

Ia mengaku, saat ini masih banyak para pengungsi Rohingya yang tidur di tenda maupun di lantai.

"Dengan bantuan selimut dan kasur yang diberikan, para penungsi dapat tidur dengan nyenyak. Saat ini para pengungsi Rohingya yang ada di Posko pengungsian Lapangan Kuala Cangkoy berjumlah 323 pengungsi dengan rincian 117 perempuan dan 206 laki- laki," pungkasnya.

Salah seorang pengungsi Rohingya, Husain mengaku sangat senang menerima bantuan yang diberikan oleh tim Aksi Cepat Tanggap.

"Mereka (ACT) peduli dengan pengungsi Rohingya disini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kita," pungkasnya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Dompet Dhuafa Salurkan Hewan Kurban Untuk Pengungsi Rohingya

Peristiwa

Korpri Sumut Salurkan Zakat ke Pengungsi Rohingya

Peristiwa

Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan 2 Juta Dolar Untuk Vanuatu