Beritasumut.com - KH Salahudin Wahid memiliki alasan tersendiri sehingga siap maju menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Salahudin Wahid ternyata diminta beberapa ulama besar dari kalangan NU untuk memimpin NU."Awalnya diminta poro kiai sepuh. Di antaranya Kiai Abdul Jalil Lirboyo, Kiai Nawawi Sidogiri," ujar kiai yang biasa disapa Gus Solah ini, Senin (18/5/2015).Selain mendapat dukungan dari sejumlah kiai besar, Gus Solah juga mengaku diminta oleh warga NU untuk memimpin NU. "Kawan-kawan juga banyak yang mencalonkan saya," ujarnya.Berdasarkan dorongan tersebut, cucu Kiai Hasyim Asyari ini berkenan maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. Ia mengaku, telah melakukan pertemuan dengan berbagai cabang NU se-Indonesia sejak Januari 2015."Mulai Januarilah saya jalan dan sampai sekarang sudah 14 provinsi yang saya datangi," ujarnya. Salah satu provinsi yang ia sebutkan adalah Jawa Timur. Ia mengaku optimistis akan mendapat dukungan mayoritas dari pengurus NU di Jatim.Gagasan utama Gus Solah adalah memperkuat peran warga sipil dalam proses bernegara. Saat ini, sebagian besar rakyat kecil di Indonesia merupakan adalah warga NU. Maka organisasi NU harus menjadi kekuatan utama atau unsur utama masyarakat sipil yang akan memperjuangkan hak-hak rakyat yang sering kali terabaikan.Selama ini, lanjutnya, kekuatan politik yang bersinergi dengan kekuatan usaha, mengabaikan kepentingan rakyat. Untuk itu, NU akan diupayakan menjadi penjembatan antara kekuatan sipil, pemerintah dan dunia usaha.Hal itu dapat dilakukan dengan membentuk kelompok pemikir lintas ilmu dan lintas profesi di dalam tubuh NU. "Organisasi NU harus bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah namun tetap loyal terhadap pemerintah yang sah," lanjutnya.Gus Solah merupakan salah satu kandidat Ketua Umum PBNU. Selain Gus Solah, KH Said Aqil Siraj dan KH Masyhuri Malik siap untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. (BS-001)