Budi Setiawan Siregar Ketua IMM Sumut

Redaksi - Selasa, 05 Mei 2015 14:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052015/beritasumut_Budi-Setiawan-Siregar-Ketua-IMM-Sumut.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi.

Beritasumut.com - Budi Setiawan Siregar terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara (Sumut) Periode 2015-2020.

Budi mengalahkan 12 nama terpilih sebagai formatur lainnya dalam pemilihan babak pertama yaitu Darwin, Deni, Fahrur, Feri Fadlan, Husni Mustofa, Ilham, Muhammad Gusti, Septian, Wely, Rafik, Rezka S, dan Ridwan A dalam Musda XVII IMM Sumut yang berlangsung di Sibolga dan Pandan.

Selanjutnya, DPP IMM memberi waktu selama 2 pekan kepada Budi Setiawan Siregar dan 12 formatur lainnya, menyusun kepengurusan untuk disahkan dengan sebuah surat keputusan.

 

Budi mengatakan, IMM yang lahir pada 14 Maret 1964, adalah organisasi yang bergerak dalam bidang keagamaan, kemahasiswaan dan kemasyarakatan dengan keterikatan penuh sebagai Organisasi Otonom Muhammadiyah.

"Keagamaan, kemahasiswaan dan kemasyarakatan adalah tiga bidang yang menjadi lapangan permainan bagi IMM," jelas Budi, Ahad (3/5/2015) kemarin.

Menurutnya, tantangan pada periode kepemimpinannya, lebih pada upaya bangkit dan menegaskan identitas sebagai kader umat dan kader bangsa.

"Untuk itu kaderisasi, kristalisasi dan konsolidasi menjadi perhatian utama ke depan," tambahnya.

 

Selain itu, Budi juga memandang penting untuk memberi dukungan kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM Benny, yang terpilih menjadi Ketua Pemuda Asia-Afrika, yang memiliki beberapa program guna menyuarakan kepentingan bersama untuk tata dunia yang lebih berkeadilan.

"Kita ingin tak sekadar bangga menjadi tuan rumah peringatan Konferensi Asia-Afrika. Event dan solidaritas itu juga harus diterjemahkan dalam bentuk diplomasi global dalam memerangi kemiskinan dan ketimpangan yang nyata. Indonesai sendiri, kini berada pada posisi at the point of no return dalam memasuki era global yang sungguh mencemaskan," kata Budi. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait