Beritasumut.com - Menjelang 17 tahun Reformasi, sejumlah komunitas yang selama ini konsern terhadap agenda-agenda kerakyatan di Sumatera Utara (Sumut) sepakat untuk menggelar kegiatan Konsolidasi Anak Bangsa.
Demikian dikatakan Saharuddin, Ketua Panitia Konsolidasi Anak Bangsa kepada wartawan di Medan, Ahad (3/5/2015).
Dikatakan Saharuddin, Konsolidasi Anak Bangsa ini mengambil tema Solusi Untuk Indonesia yang akan digelar pada 5 Mei 2015 pukul 13.30 Wib di Hotel Miyana, Jalan Anif Gerbang Tol Cemara, Medan.
"Kegiatan Konsolidasi Anak Bangsa ini nantinya menghadirkan para seniman, aktivis Ratna Sarumpaet dan akan dibuka oleh Rahmad Shah, tokoh nasional asal Sumatera Utara," kata Saharuddin.
Saharuddin juga menjelaskan bahwa dalam momentum 17 tahun reformasi dan perjalanan berbangsa dan bernegara di tanah air cenderung dianggap mengalami degradasi.
"Inilah yang menjadi alasan utama kegiatan Konsolidasi Anak Bangsa ini menjadi penting di gaungkan," ujar Saharuddin.
Menurut Saharuddin, pasca reformasi negeri ini diklaim mengalami kemajuan dalam berdemokrasi, tapi faktanya justru yang dirasakan telah terjadinya pergeseran idiologi anak bangsa, mulai dari cara berfikir, bersikap dan bertindak.
"Nilai-nilai kebangsaan kita semakin hari semakin buram dan tak berwarna lagi. Masalah bangsa ini semakin kompleks, persoalan budaya, lingkungan, ekonomi, hukum, sosial dan politik semakin menambah carut-marutnya wajah Indonesia," ujar Saharuddin.
Pemerintah dan negara, sebut Saharuddin, seolah gagal memberikan jaminan keadilan dan kesejahteraan yang diamanatkan rakyat.
Konsolidasi Anak Bangsa, kata Saharuddin, juga akan dihadiri para aktivis seperti Togar Lubis dari Kelompok Studi Edukasi Masyarakat Marginal, Muchtar Effendi Ketua Angkatan Muda Melayu Indonesia Kota Medan, Joni Walinton Butarbutar Pengurus Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) Sumut.
Hadir juga Sugandhi Siagian Aktivis Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 Kota Medan, Rurita Ningrum Koordinator Forum Transparansi Anggaran, komunitas mahasiswa, aktivis perempuan, buruh, tani, nelayan dan aktivis Boemi Poetra juga turut ambil bagian dalam konsolidasi tersebut.
Agenda ini, ungkap Saharuddin, direncanakan akan berlanjut pada 19-20 Mei 2015 di Jakarta, dengan harapan rakyat dan mahasiswa akan diberikan kesempatan seluas-luasnya oleh Pemerintah Jokowi-JK untuk menyumbangkan solusi konstruktif bagi penyelamatan demokrasi dan kehidupan berbangsa dan bernegara. (BS-034)