Sekda & Kasatpol PP Medan Jenguk Wartawan Korban Penganiayaan

Redaksi - Selasa, 28 April 2015 22:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042015/beritasumut_Sekda---Kasatpol-PP-Medan-Jenguk-Wartawan-Korban-Penganiayaan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Mido memperlihatkan luka yang dialaminya kepada Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan.

Beritasumut.com - Walikota Medan Dzulmi Eldin diwakili Sekda Kota Medan syaiful Bahri Lubis menjenguk Yusrizal alis Mido, wartawan televisi di kediamannya Jalan Amaliun, Gang Sempurna, Kelurahan Kota Matsum II, Kecamatan Medan Area,  Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (28/4/2015). 

Selain Sekda, Kasatpol PP M Sofyan juga ikut menjenguk untuk melihat kondisi kesehatannya setelah menjadi korban aksi anarkis para pedagang sayuran beserta kuli bongkar muat di persimpangan Jalan Sutomo-Jalan M Yamin, Medan, Senin (27/4/2015) pagi.

Ketika dijenguk Sekda, Mido tampak masih terbaring lemah di tempat tidur di ruang tamu rumahnya. Dengan suara lemah, alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komnukasi Pembangunan (STIKP) Medan itu mengaku, sekujur tubuhnya masih sakit, terutama di sekitar dahi pinggang, punggung serta belakang telinga kanan.

Dijelaskan ayah dua anak itu, ia tidak ingat lagi wajah orang-orang yang memukuli maupun merampas kameranya. Sebab, kejadiannya begitu cepat dan puluhan orang langsung menghajarnya dengan membabi-buta. Meski demikian Mido  masih  bersyukur, sebab tidak ada dari orang-orang yang menyerangnya itu menggunakan alat maupun senjata tajam.

"Jika ada di antara mereka menggunakan alat seperti kayu atau broti maupun senjata tajam, mungkin aku sudah tak selamat. Bayangkan saja, begitu mereka memergokiku mengambil gambar dari dalam pos satpam yang berada di belakang traffic light, mereka langsung menyeret dan memukuliku meski sudah kubilang aku wartawan.  Justru mereka semakin beringas memukuliku dan salah seorang diantara mereka merampas kameraku dan membantingnya," kata Walikota.

Meski sudah dipukuli namun Mido berusaha menyelamatkan chip yang ada di kameranya berisi aksi anarkis para pedagang dan kuli bongkar muat di persimpangan Jalan Sutomo-Jalan M Yamin dengan memblokir jalan disertai pembakaran di sejumlanh titik, termasuk merusak fasilitas umum seperti traffic light.

"Aku tak bisa menyelematkan chip dalam kamera, mereka terus memukuliku. Ketika jatuh telungkup pun, aku masih mereka pukuli. Dengan sisa tenaga yang ada, aku akhirnya berhasil lari. Mereka terus mengejar dan melemparku dengan batu, aku tak mempedulikannya dan terus lari," ungkapnya.

Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis terharu  mendengarkan penuturan Mido. Selanjutnya, mantan Kepala Bappeda Kota medan itu berharap agar Mido sabar dan kuat menghadapi peristiwa tersebut. Dia menyadari tugas jurnalistik cukup berat dan berbahaya sehingga dituntut kehati-hatian dalam menjalani profesi tersebut.

"Untuk itulah saya atas nama Walikota Medan menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang adinda alami. Sebenarnya Bapak Walikota ingin menjenguk langsung namun beliau saat ini tidak dapat hadir karena sedang berada di luar kota. Kami berharap peristiwa ini tidak menyurutkan semangat adinda dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik," pesan Sekda seraya memberikan bantuan untuk biaya perobatan.

Petang harinya giliran Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan yang datang menjenguk Mido didampingi Kasubbag Pengumpulan dan Penyaringan Informasi Humas Setdakot Medan Yurmal Hijrah Hasibuan. Sama seperti Sekda, Sofyan juga memberi kata-kata semangat kepada Mido yang tampak masih shock akibat aksi anarkis pedagang sayuran dan kuli bongkar muat tersebut.

"Jangan peristiwa ini menyurutkan semangat adinda dalam melakukan peliputan. Hanya saja ke depannya adinda harus lebih berhati-hati, artinya  utamakanlah keselamatan. Sebab, keselamatan lebih di atas segala-galanya," ujar Sofyan  yang juga memberikan bantuan untuk tambahan biaya perobatan Mido. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pedagang Sutomo Mengamuk, 12 Anggota Satpol PP Cedera, Termasuk Kasatpol PP Medan

Peristiwa

Sekda Medan Serahkan LKPD ke BPK

Peristiwa

Sekda Medan Canangkan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan 2014

Peristiwa

Sekda Medan Ingatkan Akhir Tahun Masa Paling Krusial

Peristiwa

Sekda Medan Dorong UWAISH Percepat Pembangunan Air Bersih dan Sanitasi

Peristiwa

Sekda Medan Tutup Kampung Ramadhan