Rumah Budaya Fadli Zon Koleksi Batu Akik Suliki dan Sungai Dareh

Redaksi - Senin, 20 April 2015 14:32 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042015/beritasumut_Rumah-Budaya-Fadli-Zon-Koleksi-Batu-Akik-Suliki-dan-Sungai-Dareh.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Koleksi batu akik Sungai Dareh di Rumah Budaya Fadli Zon. (Ist)

Beritasumut.com - Koleksi Rumah Budaya Fadli Zon di Aie Angek, Tanah Datar, Sumatera Barat, bertambah satu lagi. Koleksi itu berupa batu akik yang sedang booming setahun terakhir. Tujuannya, memberi apresiasi atas minat masyarakat Sumbar terhadap batu mulia tersebut.

Manajer Rumah Budaya Fadli Zon Edin Hadzalic, melalui siaran pers, Senin (20/4/2015), mengatakan, koleksi batu akik yang dikoleksi itu berasal dari Suliki dan Sungai Dareh. Di Sumbar, kedua daerah ini dikenal sebagai produsen batu akik yang gaungnya sampai ke mancanegara.

"Bertambahnya koleksi rumah budaya ini juga bermaksud memperkenalkan batu akik Suliki dan Sungai Dareh, khususnya bagi tamu-tamu yang berkunjung ke rumah budaya," ujar Edin Hadzalic.

Dia mengatakan, koleksi batu akik Suliki dan Sungai Dareh itu, didapatkan langsung dari kedua daerah tersebut. Koleksi yang tersedia di rumah budaya berupa batu bongkahan maupun batu yang sudah siap pakai.

"Semoga koleksi batu akik ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang ke rumah budaya dan bisa menjadi bahan promosi pariwisata Sumatera Barat," harap Edin Hadzalic.

Sementara itu, Direktur Rumah Budaya Fadli Zon Hj Elvia Desita mengatakan, Rumah Budaya Fadli Zon diresmikan pada 4 Juni 2011. Salah satu koleksi unggulannya yaitu 100 keris Minangkabau yang dikumpulkan dari berbagai daerah di Sumbar. Keris itu di antaranya Keris Luk Sembilan asal Pagaruyung yang dibuat pada abad ke-18.

Selain keris, ada songket corak Minangkabau tempo dulu, juga ada 700 lebih judul buku bersejarah yang bertema Minang, sejumlah lukisan kuno, termasuk fosil kerbau berusia dua juta tahun dan fosil-fosil kayu yang telah menjadi batu.

"Rumah budaya telah menjadi salah satu kantong kebudayaan di Ranah Minang yang keberadaannya diharapkan bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Polisi Tangkap Penjual Batu Akik Gadungan Via Online

Peristiwa

Sebelum Tewas, 3 Pencari Batu Akik di Nias Utara Berhasil Temukan Sebongkah Batu

Peristiwa

Uang Hasil Lelang Batu Akik di Medan Disumbangkan ke Nek Asyani

Peristiwa

Batu Akik Aceh Hingga Papua Dipamerkan di Medan

Peristiwa

Sambut Hari Jadi ke-67, Pemprov Sumut Lelang Batu Akik

Peristiwa

Psikolog: Tren Batu Akik Membuat Orang Melakukan Apa Saja