SRI & BPGC Bimbing Petani Kopi di Madina

Redaksi - Kamis, 16 April 2015 13:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042015/beritasumut_SRI---BPGC-Bimbing-Petani-Kopi-di-Madina.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Petani kopi di enam desa Kabupaten Madina mendapat bimbingan dari SRI dan BPGC. (Ist)

Beritasumut.com - Untuk meningkatkan hasil dan pengolahan, petani kopi di enam desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapat bimbingan dari Sumatera Rainforest Institute (SRI) dan Batang Pungkut Green Conservation (BPGC).

"Program ini sebagai bentuk komitmen kita terhadap pengembangan Kopi Arabika Mandailing, pendampingan kelompok petani Kopi Mandailing di enam desa yakni, Desa Pagar Gunung, Desa Aek Nangali, Desa Hatupangan serta Desa Hutagodang, Desa Alahan Jae, dan Desa Habincaran," ujar Direktur SRI Rasyid Assaf Dongoran di Panyabungan, Rabu (15/4/2015).

Menurut  Rasyid, pendanaan program ini adalah Program TFCA Sumatera yang merupakan program Debt Nature Swap antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat. Pelaksana program ini adalah  konsorsium SRI, dan berjalan 2015-2017 untuk Provinsi Sumatera Utara. Salah satu program TFCA Sumatera ini adalah membantu petani Indonesia yang berada di pedesaan pinggir hutan untuk mampu mengelola pertanian rakyat secara akrab lingkungan (selaras alam). Sehingga antara kepentingan ekologi dan ekonomi menjadi seimbang dan terjaganya kualitas alam dan meningkatnya perekomian masyarakat.

Rasyid mengatakan, SRI akan fokus pada program pengembangan kopi. Pasalnya, peluang pasar kopi yang sangat menggiurkan dan dinilai mendatangkan keuntungan jangka panjang bagi petani. Selain itu,  kopi Mandailing sendiri kerap diklaim oleh daerah lain, yang mengakibatkan petani kopi di Mandailing dan para penikmat Kopi Mandailing dirugikan.

"Berangkat dari hal tersebut maka kita akan bergerak membantu petani Mandailing melalui program TFCA Sumatera, namun butuh komitmen kuat dari pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi serta pihak swasta lainnya untuk bahu membahu menolong kondisi dan akselerasi pertumbuhan produksi Kopi Mandailing yang bermutu ekspor ke depan. Kita mengggunakan konsep pengembangan Kopi Mandailing selaras dengan alam, sehingga perkebunan kopi yang sehat akan dengan otomatis menjadi hutan kopi yang mampu berkontribusi bagi kesehatan alam," tambah Rasyid.

Untuk diketahui bahwa tim pendampingan kopi Mandailing ini, lanjut Rasyid, sudah mulai kerja dari 3 bulan lalu. Prosesnya, mulai dari pembentukan kelompok, seleksi biji kopi untuk benih, pembibitan, penanaman hingga pemangkasan dan peregmentasi kopi pasca panen. Sehingga hasil petani dampingan berstandar ekspor.

"Personel tim ini sendiri adalah orang yang memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam ilmu tanaman kopi, dimana konsep yang kita terapkan dalam penyuluhan intensif ke desa-desa adalah belajar bersama dan sama-sama belajar, artinya antara fasilitator penyuluh dan petani kopi adalah 2 pihak yang saling berdiskusi dan berpraktik dalam memperbaiki mutu bibit, penanaman, teknis pemangkasan, mutu tanah, pengendalian hama dan  penyakit, mutu panen dan pasca panen terutama saling memberikan informasi serta saling membantu," jelasnya. (BS-026)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Sriwijaya FC Bertahan di Liga 2 Usai Menang 1-0 Atas PSMS Medan

Peristiwa

Bos PT Bumi Resources Dileep Srivastava Meninggal Dunia

Peristiwa

Srikandi PKB Pujakesuma Sumut Diharapkan Kian Berkontribusi Dalam Pembangunan

Peristiwa

Ubah Sampah Jadi Pulsa, Program CSR Indosat di Universitas Sriwijaya Palembang Jadi Solusi Pengelolaan Limbah Plastik

Peristiwa

Pemerintah Komitmen Jaga Kelangsungan Industri Tekstil Dalam Negeri

Peristiwa

Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Ekonom Faisal Basri