Beritasumut.com - Ribuan pengunjung memadati open stage Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) untuk menyaksikan pentas kesenian yang disungguhkan Pemko Medan, Selasa (7/4/2015) malam. Selain pertunjukan musik, tari dan nyanyi, Pemko Medan juga menghadirkan pemenang pertama ajang pencari bakat Mamamia, Rosalina Br Samosir atau yang akrab disapa Ocha dan jebolan Stand Up Commedy Festival Indonesia 2014, Lolox. Kehadiran kedua bintang tamu ini membuat seluruh pengunjung merasa terhibur dan terpuaskan sehingga mereka menyaksikan seluruh rangkaian acara sampai berakhir. Apalagi untuk memanjakan pengunjung, Pemko Medan juga telah menyiapkan sejumlah hadiah menarik bagi yang beruntung. Tak heran jika perhelatan malam kesenian gawean Pemko Medan ini, menjadi magnet penarik bagi pengunjung PRSU ke-44 Tahun 2015.Malam kesenian Pemko Medan ini dibuka dengan tari zapin. Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan musik kontemporer serta tarian multi etnik. Yang menarik dua unit becak dayung sebagai becak khas Kota Medan dihadirkan di atas panggung sebagai properti pendukung tarian multi etnik. Setelah itu giliran komedian asli Medan, Jamal cs tampi dengan joke-joke lucu untuk mengocok perut pengunjung.Usai Jamal cs, giliran Ocha Mamamia yang tampil dengan membawakan sejumlah lagu mampu menghipnotis pengunjung lewat suara nan merdu. Acara kemudian diselingi dengan penarikan lucky draw untuk memberikan hadiah kepada pengunjung yang beruntung. Tarian multi etnik kembali disajikan untuk memperlihatkan keanekaragaman budaya yang membingkai Kota Medan, sehingga Ibukota Provinsi Sumatera Utara ini sering disebut sebagai miniaturnya Indonesia.Pertunjukan semakin meriah lagi setelah Lolox tampil mengisi acara. Pria bertubuh tambun pemiliki nama lengkap Nugroho Ahmad ini berhasil membuat seluruh pengunjung terpingkal-pingkal, termasuk Sekda Kota Medan Bahri Lubis yang hadir mewakili Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dengan bayolan-bayolan segarnya.Belum bicara saja, penonton sudah tersenyum-senyum melihat ekspresi wajah dan bentuk tubuh Lolox. Dengan logat khas Medan, pemeran pembantu Film Luntang Lantung ini sukses membuat pengunjung terus tertawa sepanjang pertunjukannya berlangsung. Puncak pertunjukan dipungkasi dengan lagu Anak Medan dan Jamila.Saat kedua lagu ini didendangkan, penari pun mengajak Sekda untuk berjoget dan bernyanyi di atas pentas. Mantan Kepala Bappeda Kota Medan itu pun tak menolak, kemudian bangkit dari tempat duduk untuk selanjutnya menari dan menyanyi di atas pentas. Setelah itu Sekda pun menarik lucky draw dan menyerahkan 1 unit televisi kepada seorang ibu paro baya yang beruntung.Di sambutannya membacakan pidato tertulis Walikota, Sekda mengaku merasa gembira bisa hadir dan merasakan antusiasme yang cukup besar dari pengunjung menyaksikan pagelaran kesenian dan kebudayaan Kota Medan. Hal ini mengindikasikan betapa besarnya kerinduan terhadap kesenian dan kebudayaan lokal. Selain itu pagelaran ini juga merupakan cerminan wujud multikulturisme di Kota Medan.Diungkapkan Sekda, ada beberapa aspek khusus yang cukup penting untuk dipelihara dalam pembangunan kota, salah satunya aspek estetika (keindahan). Menurutnya, kesenian dan kebudayaan mengandung berbagai unsur pembangunan yang cukup penting, seperti pengetahuan, edukasi, warisan moral, adat istiadat serta sumber daya pariwisata daerah."Kesenian dan kebudayaan yang kita miliki, sesungguhnya merupakan aset yang sangat berharga untuk terus kita lestarikan. Untuk itu, kita harus percaya diri agar selalu menampilkan kesenian dan kebudayaan kita sendiri. Sebab, memperkenalkan kesenian dan budaya daerah juga merupakan salah satu cara untuk terus memperkenalkan karakter dan ciri khas," kata Sekda. Itu sebabnya atas nama Pemko Medan, Sekda menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama pihak panitia yang telah menghadirkan pagelaran kesenian dan budaya ini di tengah-tengah masyarakat. Melalui pagelaran ini, Sekda berharap dapat menambah wawasan dan daya tarik terhadap warna-warni seni dan budaya daerah. (BS-001)