Beritasumut.com - Tim gabungan penertiban pedagang kaki lima kembali melakukan penertiban di kawasan Jalan Sutomo Medan, Ahad (5/4/2015). Meski turun dengan personel jauh lebih besar namun para pedagang tidak ciut dan memberikan perlawanan. Akibatnya 3 orang petugas Satpol PP terluka akibat kena lemparan batu. Ketiga petugas itu sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Ratusan ibu-ibu pedagang berusaha menghentikan penertiban. Selain berorasi memprotes keras dilakukannya penertiban, mereka juga membuat pagar hidup untuk menghempang pergerakan tim gabungan. Namun upaya para pedagang gagal, sebab Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan selaku ketua tim gabungan tetap bersikukuh dilakukannya penertiban.
Sebelum melakukan penertiban, tim gabungan yang terdiri atas Satpol PP, Dishub Kota Medan, petugas PD Pasar, seluruh unsur dari 7 kecamatan termasuk kepala lingkungan, Polresta Medan, TNI AU, Marinir, Denpom serta Kodim 0201/BS menggelar apel dipimpin Kasatpol PP di depan Kantor PD Pasar.
Sekitar pukul 22.30 WIB, penertiban pun dimulai. Namun langkah tim gabungan terhenti, sebab ratusan ibu-ibu yang berusaha menghempang dengan membuat pagar hidup gagal. Tim gabungan terus bergerak memasuki Jalan Veteran. Lapak jualan pedagang yang ada di pinggir jalan langsung dibongkar dan diangkut ke dalam truk.
Sejumlah pedagang coba mempertahankan lapaknya namun tidak berhasil, sebab tim gabungan tidak mau kompromi lagi. Baik meja, tenda, payung maupun kios yang didirikan para pedagang ala kadarnya disapu bersih. Para pedagang hanya bisa menjerit dan mengumpat, sebab lapak jualan mereka selama ini telah rata dengan tanah.
Sementara itu pedagang lainnya tidak mau menyerah, mereka memberikan perlawan. Untuk menghempang tim gabungan membersihkan lapangan mereka, pedagang mulai membakari meja, tenda, payung maupun kotak-kotak kayu di sejumlah titik di ruas Jalan Martinus Lubis. Akibatnya langkah tim gabungan sempat terhenti. Apalagi kemudian para pedagang menghujani tim gabungan dengan batu.
Selain bertahan dan berlindung di balik tameng, tim gabungan juga balik menyerang sehingga sempat terjadi hujan batu sehingga hujan batu pun tak terelakkan. Aksi ini menyebabkan 3 petugas Satpol PP terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Menghindari jatuh korban lagi, satu unit mobil water canon pun diturunkan. Di samping memadamkan api, petugas yang ada di dalamnya juga melepaskan tembakan gas air mata.
Kemudian diikuti dengan masuknya puluhan polisi bersepeda motor melakukan pengamanan. Selain berhasil menghentikan aksi pelemparan, polisi bersepeda motor ini juga mengamankan tiga pemuda yang dituding telah memprovokasi para pedagang sehingga terjadinya kericuhan. Sekitar pukul 02.00 WIB, Senin (6/4/2015), Kasatpol PP pun mengisntruksikan tim gabungan menghentikan penertiban.
Selanjutnya seluruh tim gabungan ditarik dan dikumpulkan kembali di depan Kantor PD Pasar. Kemudian seratusan ibu-ibu pedagang mendatangi tim gabungan, mereka memprotes keras penertiban yang dilakukan. Namun protes itu tidak ditanggapi, selang satu jam kemudian ibu-ibu pedagang pun membubarkan diri.
Sementara itu Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan mengatakan M Sofyan menegaskan, penertiban akan terus dilakukan sampai kawasan Jalan Sutomo bersih dari para pedagang kali lima. Selain turun dengan kekuatan penuh, penertiban juga akan didukung alat-alat berat dari Dinas Bina Marga. Hal itu dilakukan untuk memeprmudah sekaligus mempercepat pembersihan lapak-lapak para pedagang.
"Besok malam kita akan menurunkan alat-alat berat untuk membersihkan seluruh lapak pedagang kaki lima dari kawasan Jalan Sutomo. Kita sudah menghubungi Dinas Bina Marga, insya Allah penertiban sekaligus pembersihan lapak milik pedagang akan lebih efektif. Selain itu penertiban ini akan terus kita lakukan sampai kawasan Jalan Sutomo ini benar-benar steril dari para pedagang kaki lima," tegasnya. (BS-001)