Lestarikan Adat Budaya Tapsel, Tambang Emas Martabe Adakan Lokakarya

Redaksi - Selasa, 31 Maret 2015 18:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052015/beritasumut_Lestarikan-Adat-Budaya-Tapsel--Tambang-Emas-Martabe-Adakan-Lokakarya.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Lokakarya Sehari Memahami Isi Karya Tulis Chalifah Haji Sutan Tinggi Barani Perkasa Alam di Hotel Torsibohi, Sipirok, Senin 30 Maret 2015.
Beritasumut.com - Tambang Emas Martabe menggelar Lokakarya Sehari Memahami Isi Karya Tulis Chalifah Haji Sutan Tinggi Barani Perkasa Alam (CHSTBPA) mengenai adat dan budaya masyarakat Tapanuli Bagian Selatan di Hotel Torsibohi, Sipirok, Senin (30/3/2015). Lokakarya ini bermaksud memetakan segi-segi khasanah adat dan budaya Tapanuli Selatan yang ditulis dan didokumentasikan lewat 43 judul sastra yang dikenal di dalam dan luar negeri.Community Advisor Tambang Emas Martabe Budi Baik Siregar, mengatakan lokakarya yang pertama kalinya dilakukan oleh Tambang Emas Martabe ini merupakan salah satu wujud dari komitmen Tambang Emas Martabe untuk ambil bagian dalam pelestarian budaya di wilayah operasional Tapanuli Selatan.  "Oppu Sutan Tinggi Barani merupakan figur yang langka, seorang tokoh intelektual yang selama setengah abad mendedikasikan diri pada penelitian dan penulisan khasanah adat dan budaya daerah.   Lokakarya ini diharapkan dapat menggugah perhatian banyak pihak untuk melestarikan identitas budaya dan nilai-nilai adat Tapsel yang mulai ditinggalkan anak muda saat ini. Melalui kegiatan lokakarya ini, tokoh masyarakat adat dan anak muda serta akademisi khususnya di bidang sastra diharapkan semakin giat menggali potensi adat dan budaya Tapsel yang mungkin belum ditulis oleh CHSTBPA dan relevan mengisi kekosongan wacana tulisan adat dan budaya Angkola Mandailing di masa depan," ujar Budi.Sementara itu, Dosen Fakultas Sastra Universitas Graha Nusantara (UGN) Padang Sidimpuan Parlindungan Siregar, mengatakan bahwa lokakarya ini penting diselenggarakan karena menjadi kesempatan penting khususnya bagi budayawan dan kaum muda untuk menjaga identitas nilai luhur sastra adat dan budaya di Tapsel."Masyarakat Tapanuli Selatan memiliki identitas budaya yang kuat yang mudah dikenal diantara suku-suku bangsa di Indonesia. Sayangnya, khasanah kearifan lokal tersebut sedang mengalami kemerosotan yang mendasar sejalan dengan modernisasi yang meluas pada segala aspek kehidupan dalam beberapa dekade terakhir. Karya-karya intelektual yang tersusun dan terdokumentasi secara sistematis merupakan jembatan emas revitalisasi fungsi-fungsi pewarisan nilai adat dan budaya" ujar Parlindungan Siregar.Lokakarya yang dibuka oleh Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu dan dihadiri Wakil Bupati Aldinz Rapolo Siregar itu, diikuti oleh akademisi bidang sastra, tokoh adat Tapsel, dan pemerhati sastra.Pemetaan isi dokumentasi CHSTBPA untuk mengetahui aspek-aspek budaya dan adat mana yang telah ditulis dan sebaliknya aspek budaya dan adat mana yang belum ditulis dan perlu perlu segera ditulis oleh kalangan intelektual dan juga  dapat dilihat sebagai bentuk apresiasi batas dedikasinya menulis dan mendokumentasikan tradisi lisan adat dan budaya Tapanuli Selatan selama setengah abad.Karya sastra HCSTBPA pada umumnya berupa dokumentasi tradisi lisan yang tercakup dalam praktek adat istiadat sehari-hari, banyak dijadikan sebagai rujukan di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia hal ini dikarenakan tidak hanya karena jumlahnya yang banyak dan beragam, melainkan juga karena jarang sekali pegiat seangkatan dan sesudahnya yang menekuni sastra budaya semacam ini.Beberapa karya sastra HCSTBPA antara lain, Bahasa Angkola (Pelajaran Adat Tapanuli Selatan) diterbitkan pada 1977 dan Bona-Bona ni Partuturon: Cara-Cara Bertutur Sopan Santun Dalam Hubungan Kefamilian Menurut Adat Tapanuli Selatan 1973. (BS-029)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kualitas Air Sisa Proses Tambang Emas Martabe Memenuhi Baku Mutu

Peristiwa

Operasi Katarak Tambang Emas Martabe Selamatkan 525 Mata

Peristiwa

Rumah Kue Bagasta Batangtoru Binaan KUBE dan Tambang Emas Martabe Dibuka

Peristiwa

Panen Raya Poktan Pulo Godang Binaan Tambang Emas Martabe Tembus 9,3 Ton Per Hektar

Peristiwa

Hadirkan dr Boyke, Tambang Emas Martabe Adakan Seminar Bahaya Kanker Serviks

Peristiwa

Plt Gubernur Sumut Kunjungi Tambang Emas Martabe