Beritasumut.com - Upaya Pemko Medan untuk menertibkan kawasan Jalan Sutomo bersih dari para pedagang sayuran mendapat perlawanan dari ratusan pemuda yang mengaku sebagi kuli bongkar muat truak sayur mayur. Para pemuda itu memblokir Jalan Sutomo, kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur dengan membakar meja dan payung milik pedagang, Ahad (29/3/2015) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Selain itu mereka juga menghujani tim gabungan yang melakukan pengamanan dengan batu.Tak pelak aksi anarkis ini menyebabkan kaca depan satu unit mobil patrol milik Satpol PP Kota Medan pecah, begitu juga dengan kaca mobil truk milik TNI Angkatan Udara yang diparkirkan di sekitar Tugu Apolo. Selain itu mobil dinas Toyota Innova Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan tak luput dari hujanan batu, tulang kaca bagian depan penyot dihantam batu. Atas insiden tersebut, 16 pemuda diamankan.Kericuhan bermula saat ratusan pemuda yang selama ini menggantungkan hidup dari bongkar muat sayur mayur, berkumpul di depan Gedung Nasional. Mereka melakukan orasi yang isinya memprotes dan menetang pelarangan berjualan di seputaran kawasan Jalan Sutomo, menyusul telah dioperasikannya Pasar Induk Tuntungan di Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan. Akibat pelarangan tersebut, praktis mereka pun kehilangan mata pencaharian.Sekitar pukul 22.00 WIB, orasi semakin memanas. Sebagian pemuda dengan mengendarai becak barang bermotor, menggeber-geber kendaraan yang digunakan untuk mengangkat sayur mayur tersebut. Kemudian orasi mulai berubah anarkis, para pemuda itu kemudian memblokir Jalan Sutomo. Selain memarkirkan becak barang bermotor maupun becak barang yang didayung, mereka juga mengangkati meja maupun payung jualan milik para pedagang yang berada di sekitar lokasi.Setelah itu meja dan payung dikumpulkan di tengah jalan. Sekitar pukul 23.00 WIB, tumpukan meja dan payung jualan itu kemudian dibakar. Aksi itu menyebabkan arus lalu lintas praktis lumpuh total. Kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat yang datang dari arah persimpangan MT Haryono menuju persimpangan M Yamin terpaksa memutar arah. Ada dua titik api yang mereka buat di persimpangan Jalan Veteran.Kericuhan pecah sekitar pukul 23.30 WIB, ratusan pemuda yang sudah emosi langsung menyerang tim gabungan dengan lemparan batu. Serangan mendadak ini membuat tim gabungan terkejut dan sempat mundur untuk melindungi diri. Selanjutnya tim gabungan yang terdiri dari atas Marinir, TNI AU, Kodim 0201/BS, Denpom, Brimobda Sumut, Dishub Medan, Satpol PP serta instansi terkait lainnya balik mengejar ratusan pemuda.Diawali dengan tembakan gas air mata, tim gabungan pun menyisiri kawasan Jalan Sutomo guna mengamankan para pemuda yang telah berbuat anarkis tersebut. Kemudian diikuti puluhan polisi berboncengan mengendarai sepeda motor turut melakukan pengamanan. Dari hasil penyuisiran dan pengamanan yang dilakukan, petugas pun berhasil 16 pemuda yang dianggap sebagi provokator kerusuhan. Selanjutnya dengan menggunakan 1 unit mobil truk milik Polresta Medan, mereka pun dibawa untuk menjalani pemeriksaan.Pasca kerusahan, kawasan Jalan Sutomo tampak mencekam. Seluruh toko yang ada disepanjang jalan pun tutup. Meski tidak ada pemblokiran jalan, namun tak ada masyarakat yang melintasi jalan itu baik menggunakan roda dua maupun empat. Sementara itu Kasatpol PP M Sofyan bersama sejumlah anggota dengan menggunakan mobil truk milik Satpol PP, melakukan patroli. Dia ingin memastikan seluruh anggotanya yang bergabung dengan aparat kepolisian tetap menjaga semua akses jalan masuk menuju kawasan Jalan Sutomo."Walaupun anggota kita telah melakukan pemblokiran agar truk pengangkut sayur mayur tidak memasuki seputaran Jalan Sutomo, namun masih ada juga truk yang lolos dan berhasil masuk. Namun begitu mereka tidak berani menurunkan sayuran. Untuk mencegah hal itu, maka kita akan bertahan sampai pagi hari. Kita tidak mau kecolongan seperti malam Minggu, begitu kita bubar pukul 04.00 WIB, mereka menurunkan sayuran dari truk sehingga transaksi jual beli kembali terjadi di kawasan Jalan Sutomo," kata Sofyan.Mantan Camat Medan Area ini menambahkan, pihaknya bersama tim gabungan akan terus mensterilkan kawasan Jalan Sutomo sehingga tidak menjadi lokasi transaksi jual beli sayuran. Sebab, Pemko Medan telah mengoperasikan Pasar Induk Tuntungan yang sangat representatif untuk tempat berjualan. Selain Sofyan juga minta dukungan personel dari Kecamatan Medan Barat, Medan Amplas, medan Tembung dan Medan Maimun. "Kita akan terus mengamankan lokasi ini (Jalan Sutomo)," tegasnya.Sementara itu Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat yang turut serta melakukan pengamanan kawasan Jalan Sutomo, mengaku teklah menurunkan anggotanya untuk membantu pengamanan, terutama melarang truk memasuki kawasan Jalan Sutomo sekaligus menjaga arus lalu lintas di kawaasan itu tetap lancar."Sudah dua hari ini saya ikut melakukan pengamanan sampai pagi. Semoga apa yang kita lakukan ini berhasil dan kawasan Jalan Sutomo ini tidak lagi dijadikan sebagai lokasi jual beli sayuran. Sebab, Pemko Medan telah menyediakan lokasi jual beli yang cukup baik di Pasar Induk Tuntungan," ungkap Renward. (BS-001)