Penertiban PKL di Gatsu Diwarnai Bentrokan

Redaksi - Kamis, 19 Maret 2015 20:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032015/beritasumut_Penertiban-PKL-di-Gatsu-Diwarnai-Bentrokan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Penertiban PKL. (Ist)
Beritasumut.com - Bentrokan mewarnai penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Gatot Subroto (Gatsu), mulai persimpangan Jalan Nibung Raya sampai persimpangan Jalan Iskandar Muda, Kamis (19/3/2015). Tim gabungan dipimpin Kasatpol PP Kota Medan M Sofian sempat adu jotos dengan sejumlah pedagang yang berusaha mempertahankan dagangannya agar tidak diangkut.Salah seorang pria yang tubuhnya dipenuhi tato diamankan karena dianggap memprovokasi sehingga memicu terjadinya bentrokan tersebut.Penertiban dimulai setelah tim gabungan yang berjumlah sekitar 500 personel berasal dari Polresta Medan, Kodim 0201/BS, Denpom, Satbrimob Polda Sumatera Utara, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan instansi terkait selesai mengikuti apel gabungan di Lapangan Merdeka. Mereka kemudian menertibkan PKL yang membuka lapak mulai persimpangan Jalan Nibung Raya.Perlawanan pun diberikan para pedagang, terutama kaum wanita yang tidak terima tendanya dibongkar dan dagangannya diangkut. Sambil menangis dan menjerit, mereka pun berusaha mempertahankannya. Namun upaya tersebut gagal, sebab petugas Satpol PP tetap  membawa, termasuk sejumlah meja tempat dagangan dipajangkan.Malah salah seorang ibu paro baya mengenakan kacamata dan helm, nekat menaiki truk yang sedang berjalan untuk menurunkan meja dagangannya dari atas truk. Namun upayanya digagalkan kembali petugas Satpol PP, meski meja itu dipeluknya erat-erat  tetap saja berhasil direbut dan dimasukkan dalam truk kembali.Penertiban membuat kawasan itu mencekam. Pemilik toko yang mulai persimpangan Jalan Nibung Raya sampai persimpangan Jalan Iskandar Muda terpaksa menutup usahanya, termasuk Rumah Makan Simpang Tiga, sebab mereka takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Di samping itu mereka juga tidak ingin tokonya menjadi tempat penyimpanan sementara pedagang kaki lima yang terlihat sangat panik.Apalagi Kasatpol PP hanya memberi waktu 15 menit kepada para PKL untuk membawa barang dagangan dan tendanya. Karena itulah beberapa toko yang tidak sempat menutup usahanya, dijadikan para pedagang  menjadi tempat penyimpanan barang dagang PKL, termasuk tenda dan besi tenda.Bentrokan terjadi pada saat seorang siswi SMP dengan mengendarai kereta matic berusaha membantu ibunya mempertahankan dagangannya. Ketika usahanya digagalkan dan diapun terjatuh dari kereta matic, gadis tanggung yang masih mengenakan seragam sekolah itu langsung menjerit-jerit.Tindakannya itu membuat Kasatpol PP kesal dan langsung memerintahkan anggotanya untuk mengangkat dagangan tersebut.Di saat anggota Satpol PP mau mengangkat barang dagangan, seorang pria bertubuh tambun dan badan serta tangannya dipenuhi tato coba menghalang-halangi bersama sejumlah teman-temannya. Bahkan mereka melawan sehingga memantik emosi petugas Satpol PP. Akibatnya bentrokan pun tak terelakkan, petugas Satpol PP yang sebelumnya sudah emosi mendengar umpat maki para pedagang tak bisa mengendalikan diri sehingga adu jotos pun terjadi.Pemuda bertato dan kawan-kawannya tak sanggup menghadapi petugas Satpol PP, mereka pun menjadi bukan-bulanan petugas. Apalagi aparat kepolisian juga ikut membantu, tak mau babak-belur mereka pun kabur masuk dalam sebuah ruko. Namun petugas Satpol PP dan aparat kepolisian terus mengejar, bentrokan selesai setelah pria bertato berhasil diamankan.Setelah melihat kawasan itu bersih dari dagangan, Satpol PP pun memerintahkan anggotanya menghentikan penertiban. Dia kemudian mengingatkan kepada seluruh pedagang tidak lagi menggelar lapak di kawasan tersebut. Sebelum meninggalkan lokasi, Kasatpol PP memimpin apel kembali di Jalan Iskandar Muda, persis sebelah Medan Plaza.Kepada wartawan, Kasatpol PP mengatakan penertiban ini dilakukan dalam rangka mengembalikan fungsi kawasan itu sebagai lokasi parkir kenderaan. Akibat kehadiran para pedagang kaki lima, tempat itu  sulit untuk dilalui kendaraan dan rumah maupun tempat usaha warga pun tertutup."Sebelum penertiban ini, kita telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang kaki lima agar tidak berjualan di tempat itu. Selain sosialisasi Pak Wali juga telah menawarkan relokasi kepada mereka dengan menyediakan tempat berjualan di Jalan Kota Baru III. Mereka tinggal berjualan, sebab seluruh fasilitas telah disediakan oleh pihak PD Pasar," kata Sofian.Selanjutnya  Sofian menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir jika para pedagang kembali berjualan di kawasan tersebut. "Saya minta itu tidak dilakukan para pedagang lagi, sebab tempat itu akan dijadikan lokasi parkir. Apabila ini dilanggar, maka kita akan kembali melakukan penertiban," tegasnya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Satpol PP Tertibkan PKL Dr Mansyur Medan

Peristiwa

Ramadan Fair Disarankan Dipindah ke Gatsu

Peristiwa

Pasca Bentrokan TNI Vs Polri di Batam, Danrem 033/WP Diganti

Peristiwa

5 Anggota IPK Yang Diamankan Merupakan Provokator Bentrokan

Peristiwa

8 WN Myanmar Meninggal Akibat Hantaman Benda Tajam & Tumpul