Beritasumut.com - Sekretaris Pusat Studi dan Kajian Sejarah (Pussis) Unimed Eron L Damanik mengaku, maraknya masyarakat yang demam batu saat ini dikhawatirkan akan mengganggu keberadaan situs bersejarah yang ada di derah-daerah di Indonesia.Pasalnya, tidak menutup kemungkinan banyaknya masyarakat yang berburu batu akik hingga ke situs sejarah yang tidak terjaga atau belum pernah tersentuh oleh peneliti."Saat ini belum ada kita temukan, namuin tidak menutup kemungkinan banyaknya penggemar batu akik membuat masyarakat mencoba menggali di tempat situs-situs bersejarah yang akan dirusak oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab," katanya di Medan, Selasa (17/3/2015).Ia mencontohkan, seperti situs sejahar candi yang berada di Padang Lawas Utara. Disitu, dahulunya banyak masyarakat yang memburu karena dipercaya didalamnya terdapat lempengan emas."Sempat pernah diburu, namun sudah diantisipasi oleh pemerintah setempat," katanya.Untu itu, ia mengimbau pemburu batu akik untuk tidak merusak situs sejarah. "Para pemburu batu akik harus melestarikan tempat bersejarah. Ini dilakukan agar dapat diperkenalkan kepada anak cucu kita," pungkasnya. (BS-031)