Beritasumut.com – Populasi satwa kunci Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) seperti harimau, gajah, badak, dan orang utan terus berkurang dan terancam punah.Para pecinta lingkungan dan Balai TNGL menggelar kampanye mencintai alam untuk masa depan yang lebih baik sekaligus merayakan Ulang Tahun ke-35 TNGL di Lapangan Merdeka, Medan, Ahad (8/3/2015). Kampanye diramaikan dengan aksi melukis wajah dengan gambar satwa kunci Sumatera. Para pecinta lingkungan melukis wajah temannya dengan gambar satwa kunci TNGL seperti harimau, gajah, badak, dan orang utan. Melukis wajah dilakukan bergantian sehingga hampir semua orang dilukis wajahnya baik orang dewasa maupun anak-anak. Ada yang wajahnya dilukis penuh bergambar satwa, sisanya menggambar separuh wajahnya. Gambar lukisan harimau menjadi primadona para pecinta lingkungan, disusul lukisan gajah, badak, dan orang utan. Usai dilukis wajahnya, para pecinta alam menari bersama diiringi musik. Mereka menari dengan riang gembira. Kampanye bertajuk Love Our Nature fot Better Future bertujuan mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan terutama pada kelestarian hutan dan satwa liar, sekaligus untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keberadaan hutan yang satwa kuncinya ada di TNGL karena TNGL merupakan blok hutan terbesar di Sumatera Bagian Utara sekaligus merupakan salah satu hutan tropis warisan dunia. Di TNGL seluas satu juta hektar lebih, sejumlah satwa kunci Sumatera seperti harimau, gajah, badak, dan orang utan terus mengalami penyusutan. Menurut catatan Wildlife Conservation Society Indonesia Programe (WCSIP), saat ini sekitar seratus harimau Sumatera hidup di TNGL. Kerusakan hutan, perburuan dan perdagangan harimau yang marak dipercaya bertanggungjawab menurunkan jumlah harimau. Kegiatan kampanye lingkungan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan pecinta lingkungan, dari dalam dan luar negeri. Selain melukis wajah, kampanya lingkungan TNGL juga diramaikan dengan aksi melukis satwa dengan media tong sampah. Satwa harimau dan gajah, kembali menjadi primadona lukisan. (BS-001)