Wali Kota Medan Keluhkan Musala Tak Layak di Mal Megah

Redaksi - Selasa, 03 Maret 2015 21:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032015/beritasumut_Wali-Kota-Medan-Keluhkan-Musala-Tak-Layak-di-Mal-Megah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Beritasumut.com – Musala yang kerap tidak layak di mal atau pusat perbelanjaan membuat gerah Wali Kota Medan Drs H Tengku Dzulmi Eldin S MSi. Dia mendesak pengelola gedung itu untuk menempatkan tempat ibadah yang lebih representatif."Ada salah satu mal di Kota Medan yang penempatan musalanya tidak layak. Ini menjadi keluhan pengunjung yang akan beribadah. Masa mal begitu megah, sementara musalanya begitu. Ini sudah diberitahukan, tetapi pihak pengelola sampai saat ini belum juga menjadi perhatian mereka," ucap Eldin kepada para pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Sumatera Utara (DPD APPBI Sumut) yang menemuinya, Selasa (3/3/2015).Eldin meminta agar pengelola pusat perbelanjaan atau mal memberi perhatian serius terhadap fasilitas musala. Dia berharap penempatan sarana ini benar-benar di lokasi yang representatif dan nyaman.Selain soal musala, Eldin juga mendesak para pengelola pusat perbelanjaan atau mal di Kota Medan agar mengawasi siswa yang berkunjung. Pengelola harus memberi edukasi kepada para siswa sehingga mereka tidak mangkal dan bermain game saat jam belajar. Sekretaris APPBI Sumut Heri Zulkarnaen menyatakan sepakat musala di pusat perbelanjaan harus representatif. Dia meminta Wali Kota Medan segera membuat surat edaran mengenai fasilitas itu.Sementara aturan melarang siswa sekolah berada di mal atau pusat perbelanjaan sudah ada. Mereka seharusnya tidak diperbolehkan masuk  pada saat jam sekolah, kecuali didampingi orang tuanya atau guru."Kami dari APPBI juga berharap agar Pemkot Medan bisa bekerja sama dengan mal. Pembangunan mal atau pusat perbelanjaan harus disebar ke pinggiran, jangan bertumpu di inti kota. Selain menghindari persaingan juga dapat mengurangi kemacetan di inti kota," ujar Heri. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kunjungi Kantor Imigrasi, Walikota Medan Tinjau Pelayanan

Peristiwa

Akhyar: Para Ibu Kalau Harga Beras Mahal Jangan Ngomel

Peristiwa

Dzulmi Eldin : "Akhyar Tak Akan Berkhianat"

Peristiwa

Sekda Provsu Berharap Wali dan Wakil Kota Medan Tetap Akur

Peristiwa

Ramadhan Pohan Calon Wali Kota Medan Paling Kaya

Peristiwa

Pj Wali Kota Medan Kecewa Parit Jalan Amaliun dan Laksana Dipenuhi Sampah