Beritasumut.com – Dedi Simbolon kembali mendapat kepercayaan sebagai Komandan Resimen Mahasiswa (Danmenwa) Mahatara Sumatera Utara (Sumut) masa bakti 2015-2018. Dia terpilih pada Rapat Komando Daerah (Rakomda) III di Gedung Bina Graha Pemprov Sumut, Jalan Diponegoro, Medan yang berakhir pada Senin (23/2/2015) malam.Pada Rakomda III yang dibuka Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho diwakili Kaban Kesbangpollinmas Sumut Edi Sofyan itu menetapkan empat calon Danmenwa Mahatara-Sumut yakni, Dedi Holden Simbolon, Bernard Sibagariang, Wahyu Harahap dan Berliano. Setelah melewati proses pemilihan, Dedi Holden Simbolon meraih lima suara, Wahyu Harahap dan Bernard Sibagariang masing-masing dua suara, sementara Berliano tidak mendapat suara, sementara Konas Menwa yang mendapat satu jatah suara memilih abstein.Rakomda III ini melibatkan sepuluh pemilik suara, yakni, Dansat Menwa Universitas Sisingamangaraja, Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Unimed, USU, UMA, ITM, UMSU dan STI-AP, Skomen Mahatara-SU dan Konas Menwa.Hadir pada Rakomda III tersebut, Dankonas A Riza Patria (Wakil Ketua Komisi II DPR RI), sesepuh Menwa Mahatara Steddy Supriady, Kaban Kesbangpollinmas Eddy Sofyan, Ketua IARMI Sumut Ahmad Arif, Waasterdam I/BB Letkol Halomoan Sitinjak, Wadirsabhara Polda Sumut AKBP Tetra Darmariawan, Danramil 02 Kapten P Purba, Danki C Yon Zipur DD Lettu Soni Putrawan Ginting, Kabid Pemuda Dispora Sumut M Tohir, Wakil Rektor III ITM Syaiful E.Proses pemilihan berjalan lancar, meski sebelumnya sempat memanas dan alot, dimana terjadi dualisme Dansat Menwa seperti Universitas Sisingamangaraja dan UMSU yang sama mengklaim sebagai pemilik suara sah. Namun, pimpinan sidang Raden Umar (Konas Menwa) hanya mengakui Dansat yang memiliki SK terbaru dari universitas masing-masing. Selain itu, peserta acap kali melakukan protes terutama dalam keabsahan menetapkan voter (pemilik suara). "Ini biasa terjadi, itulah dinamika organisasi. Tapi, kita tetap menjunjung sportivitas," kata Raden Umar selaku pimpinan sidang usai Rakomda III Menwa Mahatara-SU.Eddy Sofyan yang membacakan sambut Gubernur Sumut, menyebutkan, Menwa Mahatara mempunyai fungsi cukup penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Menwa merupakan komponen cadangan pertahanan negara yang sewaktu-waktu dibutuhkan untuk kepentingan negara, maka menwa harus siap menyumbangkan semua potensi yang ada demi kehormatan bangsa," katanya.Disebutkan juga, pendidikan menwa bukanlah pendidikan melitersasi kampus, melainkan salah satu bentuk pendidikan kewiraan dan leadership di perguruan tinggi, semangat perubahan ini adalah semangat kesadaran akan tantangan dan kebutuhan bangsa yang menuntut untuk mentranformasi cara pandang dan tindakan menghadapi tantangan, berpikir cepat, tepat menyentuh rakyat. "Makanya, rakomda cukup penting dan positif dalam meningkatkan cara pandang berbangsa dan bernegara," ujarnya.Lain lagi kata Dankonas Menwa A Riza Patria. Dia mengharapkan, menwa memiliki disiplin diri dan harus punya karakter bangsa. "Apalagi dalam tubuh menwa memiliki jiwa seperti TNI," ujarnya.Sementara, Komandan Satuan Tugas Pelaksanaan (Satgas) Rakomda Frikson Purba didampingi Wadan Satgas Oda Kinata Banurea menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja Menwa Mahatara Sumut sekaligus menyosialisasikan Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Pemberdayaan Resimen Mahasiswa yang diterbitkan pada 19 Desember 2014 di Jakarta, yakni Menhan, Mendagri, Menristek Dikti dan Menpora.Keputusan Bersama 4 Menteri ini pada prinsipnya pembinaan menwa dalam bela negara yang diharapkan seluruh anggota menwa memiliki jiwa dan semangat nasionalisme maupun patriotisme. (BS-030)