Jalan Nasional Batangtoru – Batas Sidimpuan Butuh Perhatian

Redaksi - Kamis, 19 Februari 2015 01:51 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022015/beritasumut_Jalan-Nasional-Batangtoru---Batas-Sidimpuan-Butuh-Perhatian.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Kondisi badan jalan Sidahanon – Padanglancat Batangtoru yang sudah tinggal lapis pondasi bawah, bergelombang. Jika hujan turun biasaya akan ciptakan kolam baru. (ST Ritonga)

Beritasumut.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) diharapkan memberikan perhatian terhadap kondisi jalan Batangtoru, Tapsel – Batas Kota Padangsidimpuan yang kurun waktu belakangan ini tidak tersentuh dana rehabilitasi maupun peningkatan badan jalan. Akibatnya, ruas jalan nasional itu kini sudah rusak parah.

"Sekarang ini, jalan Padangsidimpuan menuju Batangtoru, Tapsel hingga batas Tapteng sudah sangat susah dilalui kendaraan akibat banyak lubang menganga di badan jalan dengan kedalaman mencapai 20 cm bahkan dibeberapa titik hanya tinggal lapis pondasi bawah saja," ujar pemerhati pembangunan di Tapanuli Selatan Sutan Maruli Ritonga di Padangsidimpuan, Rabu (18/2/2015).

Kerusakan badan jalan nasional itu merata dengan lokasi terparah sekitar Parsalakan, sekitar Sidahanon – Padang Lancat, sekitar Panobasan, sekitar Parsariran hingga pusat pasar Batangtoru hingga Batas Tapanuli Tengah yang merupakan jalan jalur padat arus lalu lintasnya baik kendaraan roda dua hingga kenderaan berat. 

"Jika kondisi jalan itu terus dibiarkan maka tidak tertutup kemungkinan badan Jalinsum itu akan semakin rusak parah serta rawan kecelakaan," tukasnya.

Menurutnya, walau jalan tersebut adalah jalan nasional, namun pemerintah daerah setempat hendaknya mendorong agar Pemerintah Pusat maupun Provinsi untuk mengucurkan dana perbaikan badan jalan itu sebagai wujud perhatian pemerintah daerah atas keadaan fasilitas umum di daerahnya untuk kepentingan masyarakatnya.

"Ketika jalan nasional mulus, ada saja pemerintah daerah yang langsung mengklaim dan mengapresiasikan itu sebagai keberhasilannya, tetapi ketika jalan nasional rusak parah maka tidak sedikit pemerintah daerah yang langsung cuci tangan dan menyatakan itu jalan nasional yang merupakan tanggung jawab provinsi ataupun pemerintah pusat," ujar Ritonga.

Kondisi diruas jalan Padangsidimpuan – Batangtoru – Batas Tapteng itu berbanding terbalik dengan kondisi jalan Batangtoru – Marancar – Sipirok maupun Batas Padangsidimpuan – Pal XI – Sipirok  (Tapsel) – Batas Taput yang kurun waktu dua tahun ini memperoleh kucuran dana perbaikan/pembangunan/peningkatan jalan dari Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara maupun Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional I Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. (BS-029)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Jembatan Sei Belawan Butuh Perhatian Pemkab Deliserdang