Beritasumut.com – Bus Intra BK 7758 TL trayek Medan-Siantar laga kambing dengan minibus Koperasi Bintang Tapanuli (KBT) BB 1657 LB trayek Tarutung-Medan di Jalinsum Km 56-57, Dusun II, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), Senin (26/1/2015) sekira pukul 16.30 WIB.Akibat kejadian itu, empat orang penumpang KBT tewas, satu kritis dan belasan penumpang lainnya mengalami luka-luka. Sementara kedua kendaraan hangus terbakar.Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, awalnya KBT datang dari arah Tebing Tinggi menuju Medan melaju dengan kecepatan kencang dan ingin mendahului truk di depannya. Saat bersamaan dari arah berlawanan melaju Intra yang dikemudikan Rudianto Sitinjak (42) warga Dusun Tambunan, Kelurahan Simarimbun, Kota Siantar. Kondisi jalan yang meninggi membuat sopir KBT tidak melihat Intra datang dari arah berlawanan. Keduanya akhirnya laga kambing. KBT yang terpental ke pinggir Jalinsum mengalami ringsek hingga bagian atap terbuka.Empat penumpang KBT yang menjadi korban tewas yakni Hotma Hutagalung (56) warga Sipoholon, Tapanuli Utara (Taput), Kocu P Hutagalung (26) dan anaknya Rendy Hutagalung (2) warga Jalan Bunga Rinte Gang Mawar, Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Medan serta Salman Ritonga (63) warga Jalan Punak, Lorong Nauli, Medan. Korban tewas yang rata-rata duduk di bagian depan itu terlempar keluar dengan kondisi mengenaskan. Sedangkan Intra terbalik dan langsung mengeluarkan api hingga penumpang kedua kendaraan yang berhasil selamat langsung berhamburan keluar.Lokasi kejadian yang tepat berada di depan Mapolres Sergai membuat puluhan personel polisi dan warga langsung berhamburan melakukan pertolongan. Korban selamat maupun yang meninggal dunia dievakuasi ke RS Sultan Sulaiman, Sergai. Sedangkan api di kedua kendaraan berhasil dipadamkan satu jam kemudian setelah satu unit mobil damkar Pemkab Sergai tiba di lokasi. Sopir Bus Intra telah diamankan sedangkan sopir KBT hingga saat ini belum ditemukan. Sopir KBT diduga melarikan diri.Menurut M Sofyan (49) penumpang Bus Intra yang tinggal di Jalan Pengikat, Medan Amplas, saat itu bus yang ditumpanginya melaju dengan kecepatan tinggi. Sofyan yang duduk di bagian depan sempat melihat sopir KBT memberikan peringatan dengan lampu sen. Namun sopir Bus Intra tidak menghiraukannya hingga terjadi tabrakan."Padahal minibus itu sudah memberikan lampu sen tapi bus kami tidak mau menghindar hingga langsung terjadi tabrakan," ucapnya yang mengalami luka di bagian kaki.Sementara Kasatlantas Polres Sergai AKP Soya Lato mengatakan pihaknya masih menangani kasus tabrakan tersebut. "Belasan luka-luka dan empat tewas. Kedua mobil hangus terbakar dan kita masih mengumpulkan data-data akurat. Sopir Bus Intra sudah kita amankan sementara sopir KBT masih kita cari," ucap Soya. (BS-001)