Suami Saya Syok Gara-gara Putrinya Dihamili Ayah Tiri

Redaksi - Rabu, 14 Januari 2015 10:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/fotonews/dir012015/beritasumut_Suami-Saya-Syok-Gara-gara-Putrinya-Dihamili-Ayah-Tiri.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Nurhayani istri korban Parmohonan yang meninggal diduga bunuh diri bersama keluarga di rumah duka, Selasa (13/1/2015). (M Saima Putra)
Beritasumut.com – Parmohonan Pulungan yang ditemukan tewas dengan luka gorok di leher, Senin (12/1/2015) di Desa Simalagi, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), diduga nekat mengakhiri hidupnya karena syok.Nur Hayani (34) istri korban mengaku sebelum ditemukan tewas, suaminya sangat terpukul atas kejadi‎an yang menimpa putrinya RS (14) yang digauli ayah tirinya hingga hamil."Suami saya sangat terpukul dan gelisah setelah kejadian yang dialami putrinya itu," ucap Hayani saat wartawan mendatangi rumah duka (rumah orang tua Hayani) di Desa Pasar Akhad, Kecamatan Hutabargot, Madina, Selasa (13/1/2015).Hayani di tengah kerumunan warga yang datang untuk mengucapkan belasungkawa, menceritakan selama ini suaminya menghidupi keluarganya dengan bekerja sebagai tukang leles (mencari sisa-sisa tambang emas tradisional) di gunung Tor Sihayo, Hutabargot. Setelah mengetahui putri kandungnya menjadi pemuas nafsu ayah tirinya yang tinggal di Lingkungan IV, Desa Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan hingga hamil empat bulan, Parmohonan sangat syok dan sikapnya berubah menjadi pendiam. "Setelah mengetahui anaknya digauli ayah tirinya, almarhum sangat terpukul, sikapnya berubah jadi pendiam, dia juga sangat jarang pergi ke gunung, dan setelah kejadian itu dilaporkan ke polisi, almarhum bertambah syok, karena tidak ada biaya untuk memenuhi panggilan bolak-balik ke kantor polisi. Belanja kami hanya dari pemberian ayah saya‎, dan dia tidak terpikir lagi untuk kerja," ungkap Hayani.Sebelum Parmohonan ditemukan tewas, tidak ada kelakuan aneh dari suami keduanya itu. Pada Jumat malam, Parmohonan bersama adik Hayani bernama Pangiutan (27) berangkat ke gunung mangaleles dan kembali ke rumah pada Sabtu siang. Tiba di rumah Parmohonan istirahat di rumah hingga sore, lalu membawa hasil leles itu ke galundung.Sementara Pangiutan pulang ke rumah ayahnya di Pasar Akhad. Malam harinya, Parmohonan masih bolak balik dari rumah ke galundung yang jaraknya tidak jauh. "Dia pulang dari gunung dan membawa batu hasil mangaleles, sorenya dia bawa ke galundung. Ada beberapa kali dia bolak-balik ke rumah menunggu hasil galundung. Saya masih sempat tanyai dia yang kayaknya lagi kebingungan dan tidak ada jawaban. Rencananya uang hasil lelesan mau dipakai untuk biaya menjemput anaknya ke Pargarutan untuk memberikan keterangan sama polisi atas kejadian yang menimpa RS," katanya.Terakhir Hayani melihat suaminya sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Saat itu Parmohonan meletakkan hasil lelesan yang digalundung, baru dia keluar rumah lagi. Menjelang subuh Hayani tidak melihat suaminya lagi, hingga paginya ayah Hayani datang ke rumah menanyai almarhum soal mau berangkat ke Pargarutan itu. "Disitulah saya ceritakan bahwa dia tidak pulang, setelah dicari ke galundung tidak ada. Saat ditanya kepada warga, tidak ada yang melihat dia. Perasaan saya lagsung tidak nyaman, apalagi belakangan ini dia berubah sikap menjadi pendiam," ungkapnya.Saat ditanya apakah ada pesan korban atau kejadian aneh sebelum kejadian, Hayani menjelaskan tidak ada kejadian aneh maupun pesan atau ucapan aneh dari korban. Hanya saja, tiga hari sebelum penemuan itu, Hayani mengaku sempat ‎bermimpi melihat dia mendapat tiga ekor ikan mas, yang satu kecil dan satu ukuran besar. "Kami semua kaget melihat almarhum meninggal dengan kondisi demikian, karena tidak ada kejadian aneh atau keluh kesahnya sama saya, setiap ditanyakan dia selalu diam. Namun, tiga hari sebelum kejadian, saya bermimpi melihat mendapat tiga ekor ikan mas, yang satu amat kecil, satu lagi ukuran sangat besar. Kebetulan ayah saya penangkap ikan, lalu saya tanyakan perihal mimpi itu," kata Hayani."Ayah bilang waktu itu, bisa saja saya akan mendapat rezeki, apalagi sejak dua pekan belakangan kami tidak punya uang dan sering meminjam uang sama ayah saya," tambahnya.Hayani mengaku kaget dan sangat sedih melihat suaminya ditemukan sudah tidak bernyawa dengan luka mengenaskan. Apalagi dari pernikahannya dengan korban Tahun 2008, mereka sudah dikaruniai tiga orang anak. Paling besar bernama Aisyah (5), Nabilah (3) dan seorang lagi masih berusia dua bulan dan belum diberi nama."Saya sangat terpukul atas kepergiannya, anak kami sudah tiga orang dan masih kecil-kecil, mereka menjadi anak yatim, sedangkan saya tidak punya pekerjaan. Kami hanya bisa pasrah, semoga segala dosa almarhum diampuni Allah," ‎harapnya. (BS-026)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Duh, Ibu Ini Rela Anaknya Ditiduri Ayah Tiri Karena Anjuran Dukun

Peristiwa

Hakim Diminta Hukum Seberat-beratnya Ayah Tiri Perkosa Anak Autis