Beritasumut.com – Seorang penumpang maskapai Lion Air bernama Ruben Josua (31) dan anaknya warga Desa Simpangtiga, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) yang hendak berangkat ke Bandung, merasa ditipu pihak maskapai Lion Air, Ahad (4/1/2015). Ruben sempat emosi saat pegawai Lion Air menjelaskan di depan Duty Airport Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Ruben dan anaknya terlambat chek in tiket di counter. Mendengar keterangan dua pegawai Lion Air tersebut, Ruben mencak-mencak tidak terima kalau dirinya dikatakan terlambat datang.Ruben menerangkan kalau jadwal keberangkatannya tertera pukul 13.15 WIB, sedangkan dia sudah datang ke conter chek in tiket pada pukul 12.10 WIB. Namun saat petugas chek in Lion Air bernama Rehma ditanya, petugas itu mengatakan Ruben sudah terlambat dan tiketnya hangus.Merasa ditipu dan tak mendapat kejelasan, akhirnya Ruben mengadukan hal itu ke pengelola Bandara Kualanamu. Akhirnya melalui Duty Airport memanggil perwakilan Lion Air."Saya dan anak saya hendak ke Bandung. Gara-gara batal berangkat saya dipecat dari pekerjaan saya sebagai sopir truk. Mau makan apa keluarga saya gara-gara kalian," kata Ruben."Pasti kursi pesawat saya dijual mereka lagi ke penumpang lain," tuding Ruben.Sementara, menurut Duty Airport Kualanamu, Syukur mengatakan, pihaknya sudah memediasi penumpang yang terlantar tersebut dan Lion Air akan mengganti tiketnya untuk berangkat besok. (BS-001)