Korps Brigade Karya Dharma Putra Pejuang Trikora Grup 14-SU Peringati Hari Bela Negara

Redaksi - Jumat, 19 Desember 2014 22:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/fotonews/dir122014/beritasumut_Korps-Brigade-Karya-Dharma-Putra-Pejuang-Trikora-Grup-14-SU-Peringati-Hari-Bela-Negara.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Korps Brigade Karya Dharma Putra Pejuang Trikora Grup 14-SU. (A Chan)

Medan, (beritasumut.com) – Lembaga Bela Negara Republik Indonesia Korps Brigade Karya Dharma Putra Pejuang Trikora Grup 14-Sumatera Utara (SU) mengadakan peringatan Hari Bela Negara ke-8 di markas komando di Jalan Sakti Lubis, Medan, Sumut, Jumat (19/12/2014).

Komandan Grup 14-SU Laskar Senior Madya (Karsenma) Toni Andeska Marsito mengatakan, peringatan ini didasari Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 28 Tahun 2006 tentang Hari Bela Negara.

"Ini tak lepas dari sejarah yang terjadi di Sumatera Barat pada 19 Desember 1948. Saat itu Agresi Militer Belanda II dan Presiden Soekarno ditangkap. Saat itu, Belanda menyatakan negara Indonesia telah tiada. Namun, Soekarno tak tinggal diam. Ia kemudian menunjuk Menteri Kemakmuran Sjafruddin Prawiranegara, untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Padang, Sumatera Barat," katanya.

Ia mengingatkan tentang ancaman perpecahan dan disintegrasi bangsa tidak hanya melanda golongan ataupun suku. Namun, sudah mengarah pada perpecahan nasional. Untuk itu, perlu meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa melalui Gerakan Nasional Bela Negara.

"Kita berharap dengan adanya bela negara ini mampu menumbuhkan kembali rasa persatuan dan kesatuan ditengah bangsa indonesia yang lebih baik. Urusan terkait bela negara bukan semata-mata menjadi tugas TNI dan Polri, melainkan semua warga negara republik Indonesia," jelasnya.

Dikatakan, upaya bela negara ini dapat diwujudkan dalam berbagai hal dan  tidak membedakan asal usul, suku, status setiap warga negara.

"Wujud bela negara adalah bekerja dan mengabdi serta berkarya sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Dengan merefleksikan rasa tersebut dalam kehidupan sehari hari salah satunya taat pada hukum dan negara serta mencintai produk-produk dalam negeri kita. Serta melestarikan budaya dan adat tanah air kita. 

"Kita berharap bela negara ini menjadi tren di tengah masyarakat," katanya.

Ia mengaku, Lembaga Bela Negara direncanakan akan dimasukkan menjadi kurikulum disekolah. 

"Di Sumut sendiri, Lembaga Bela Negara sudah terbentuk sejak  lima tahun lalu. Kegiatan ini telah kita lakukan sepekan lalu dengan pembekalan anggota baru dan hari ini adalah puncaknya. Di kabupaten/kota di Sumut Lembaga Bela Negara sudah ada tiga kompi yang terbentuk yaitu Tebingtinggi, Batu Bara dan Medan," ujarnya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait