Medan, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Tengku Erry Nuradi menyatakan apresiasinya kepada seniman yang telah mengabdikan dirinya di dunia seni. Sebagai bentuk penghargaan, para seniman berdedikasi, layak mendapatkan apresiasi. Hal tersebut disampaikan Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi dalam acara Medan Festival Art Concert 2014 sekaligus penyerahan penghargaan terhadap 5 seniman legendaris Sumut yang berlangsung di Tiara Convention Hall, Medan, Sabtu (6/12/2014) malam.Hadir dalam acara itu Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Medan Muhammad Husni mewakili Wali Kota Medan, sejumlah pengusaha dan puluhan seniman Sumut. Lima seniman legendaris Sumut yang menerima penghargaan yakni penyanyi Nur Ainun, pemain perkusi Om Churcil, Rosalina, pemain saksofon almarhum Tengku Bustami Nazar dan pelukis Bambang Soekarno. Khusus penghargaan untuk almarhum Tengku Bustami diterima salah satu keluarganya. Dalam kesempatan tersebut, Erry mengatakan, sejumlah seniman Sumut telah menorehkan tinta emas dalam berbagai bidan seni, tidak hanya di Sumut, tetapi juga dalam kancah nasional. "Saya masih ingat masa muda dulu, suara Ibu Nur Ainun mendendangkan lagu-lagu melayu mengudara di banyak radio. Bahkan sangat terkenal di masa itu. Begitu juga dengan ketangkasan Om Churcil memainkan perkusi, Ibu Rosalina dan almarhum Bapak Tengku Bustami memainkan saksofon. Para seniman ini pernah jaya dalam blantika musik," ujar Erry. Begitu juga dengan Bambang Soekarno yang sangat piawai memainkan kuas di kanvas hingga memberikan inspirasi kepada masyarakat lewat lukisan. "Kabar terakhir yang saya dengar, Pak Bambang sempat menggelar pameran jalanan yang memajang belasan lukisan Pak Presiden Jokowi. Meski telah berusia lanjut, namun tetap berkarya. Ini luar biasa," tambah Erry. Ketekunan dalam menggeluti bidang seni tersebut, layak mendapatkan apresiasi dari masyarakat, karena karyanya memberikan manfaat kepada masyarakat. "Dengan ilmu hidup akan mudah. Dengan agama hidup akan menjadi terarah dan dengan seni hidup akan menjadi indah. Para seniman ini membuat hidup kita menjadi indah," puji Erry. Menurut Erry, seniman tidak jauh berbeda dengan prajurit. Meski gugur dalam pertempuran, namun semangat juangnya akan terus memberi semangat kepada prajurit yang masih hidup. "The soldier is never die. Pejuang itu tidak pernah mati. Meski gugur, tetapi tetapi semangatnya akan tetap hidup," tegas Erry.Erry juga berpesan kepada seniman muda untuk terus belajar dan menekuni dunia seni dengan sepenuh hati. "Seniman senior selalu menjadi rujukan seniman masa kini. Untuk itu, harmati seniman yang telah memberikan dedikasinya dalam dunia seni," pesan Erry.Sementara penyelenggara kegiatan, Maxi menyebutkan, acara tersebut dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan kepada para seniman yang telah mengabdikan hidupnya dalam dunia seni, baik seni musik, tarik suara, lukis dan berbagai kesenian lainnya. "Guna memeriahkan, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah seniman muda berbakat dari Kota Medan yang tergabung dalam artis ferformance, dancer, music community dan lain sebagainya. Mereka ini adalah bibit seniman masa depan Sumut," ujar Maxi. Medan Festival Art Concer 2014 mengusung tema "Menjemput Kebaikan". Acara berlangsung meriah. Sebagian pengunjung yang hadir sempat larut dalam masa lalu saat Nur Ainun menyumbangkan suaranya diatas panggung. Begitu juga saat Om courcil menghibur undangan dengan gayanya yang kocak. (BS-031)