Medan, (beritasumut.com) – Pengerjaan 50 unit rumah relokasi tahap pertama yang diperuntukan bagi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung sudah mulai dikerjakan. Tahap pengerjaan telah mencapai enam persen. Meski terkendala cuaca namun pengerjaan terus dilakukan. Awal Desember nanti ditargetkan sudah bisa dihuni.Pernyataan ini disampaikan, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhamad Munir didampangi Kasdam I/BB Brigjen TNI Cucu Somantri, Waaster Kasad Brigjen TNI Komaruddin Simanjuntak saat meninjau rumah relokasi erupsi Gunung Sinabung di Desa Kacinambun, Kecamatan Tiga Panah, Karo Sumatera Utara, Senin (24/11/2014) kemarinDikatakan Wakasad, dirinya telah melihat progress dari pembangunan lokasi jalan maupun pemukimam yang terus dikerjakan siang dan malam oleh prajurit TNI dibantu masyarakat dengan mengerahkan segala kemampuan.“Karya bakti oleh TNI Kodam I/BB masa pengerjaan rumah relokasi sudah berjalan dua pekan. Sebelumnya pengerjaan dimulai dengan membuka jalan, dilanjutkan meratakan atau memadatkan jalan. Sesuai target selesainya rumah tahap pertama nanti pada awal Desember. Untuk tahap kedua ada 380 unit rumah yang segera dikerjakan, berikutnya 2.000 rumah. Sepenuhnya dikerjakan atau ditanggungjawabi pihak TNI. Meski begitu, kita juga bekerja sama dengan Dinas Kehutanan, serta masyarakat lainnya,"ucapnya Wakasad juga menjelaskan, TNI melaksanakan Karya Bhakti Skala Besar dalam rangka merealisasi harapan masyarakat tersebut yaitu dapat segera merelokasi para korban bencana erupsi gunung sinabung ketempat tinggal yang baru untuk menata kehidupan baru dan harapan baru. Hal ini sesuai dengan amanah Pasal 7 ayat 2 (b) UU RI No 34 tahun 2004 tentang TNI, dimana tugas pokok TNI dilaksanakan melalaui Operasi Militer Untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).Tugas TNI pada OMSP, diantaranya adalah memperdayaakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta, membantu pemerintahan di daerah dan ikut membantu penanggulangan akibat bencana alam, yang dapat dimplementasikan antara lain melalui kegiatan karya bhakti TNI. Pembukaan lahan untuk pemukiman dan pertanian seluas 706,88 Ha yang terdiri atas lahan pemukiman seluas 30 ha dan lahan pertanian seluas 676,88 ha. Alat peralatan yang digunakan yakni 5 unit buldozer, 4 unit eskavator, 1 unit setum wals, 2 unit grader, 1 unit loader dan angkutan yang digunakan terdiri atas 8 unit dump truck, 29 unit truck MPS, 4 unit double cabin, 1 unit mobil unit service, 1 unit ambulance dan 4 unit SPM trail. (BS-021)